Antisipasi Lahar Merapi, Kementerian PUPR Rampungkan Sabo Dam Kali Woro


WE Online, Jakarta

Mengantisipasi banjir lahar Gunung Merapi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi Sabo Dam Kali Woro di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sabo Dam akan menahan aliran lahar yang membawa batu-batuan dan pasir sehingga mengurangi kecepatan alirannya yang berdampak berkurangnya risiko bencana di hilir sungai. 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa pada tahun 2014, Sabo Dam Kaliworo berhasil mengurangi kecepatan banjir lahar dingin Gunung Merapi dan menahan material vulkanik tidak sampai ke daerah hilir sungai. Kejadian tersebut mengakibatkan diperlukannya rehabilitasi dan rekonstruksi Sabo Dam agar bisa berfungsi kembali.

“Kalau bendungan menahan air, Sabo Dam menahan pasir dan batu, sementara airnya tetap bisa lewat. Sabo Dam Kali Woro ditargetkan bisa diresmikan November tahun 2108,” jelas Menteri Basuki dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (9/3/2018).

Sebanyak 26 Sabo Dam dibangun secara bertingkat dengan ukuran berbeda dengan yang terbesar berada di atas untuk menahan batu-batu besar dan yang paling kecil untuk menahan pasir. Pada kondisi aman, Sabo Dam juga digunakan sebagai jembatan penghubung antar desa.

Dari data Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, Ditjen Sumber Daya Air, total anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp329 miliar melalui kontrak tahun jamak 2016-2018.

Dengan selesainya Sabo Dam Kali Woro, aliran lahar Gunung Merapi bisa dicegah untuk tidak sampai merusak permukiman warga dan jalan nasional Yogyakarta-Solo yang bisa memutus konektivas antar wilayah.

Related Posts

Leave A Reply