Klasifikasi Sertifikat Keterampilan LPJK

Perusahaan dengan kualifikasi kecil, harus mempersiapkan minimal 2 (dua) orang tenaga terampil dengan lulusan minimal SMK. Seluruh persyaratan adm dipenuhi seperti copy Ijazah, CV, foto dll, lalu kami bantu proses e-sertifikasi dan terdaftar online di lpjk.net. Tenaga terampil yang telah bersertifikat SKT ini selanjutnya ditetapkan sebagai PJT atau Penanggung Jawab Teknik dan PJK atau Penanggung Jawab Klasifikasi. Klasifikasi Sertifikat Keterampilan bertujuan mengelompokkan bidang kerja dalam bidang konstruksi.

Klasifikasi Sertifikat Keterampilan LPJK

Pilih kode sub klasifikasi SKT sesuai dengan tabel klasifikasi, dan tiap 1 (satu) klasifikasi usaha, dibutuhkan 2 (dua) orang tenaga terampil. Jika mendapatkan kesulitan, kami siap membantu anda menyesuaikan kode sub klasifikasi yang dibutuhkan sesuai dengan pekerjaan anda dan tender konstruksi yang akan dijalankan.

Perusahaan yang ditentukan memiliki SKT ini adalah khusus perusahaan dengan kualifikasi K1, K2, K3, baik bentuk PT maupun CV. Masa berlaku SKT adalah 3 (tiga) tahun sejak diterbitkan, selanjutnya dapat melakukan pembaruan sertifikasi kembali.

Sertifikat Keterampilan Kerja yang selanjutnya disingkat SKT adalah bukti kompetensi dan kemampuan profesi keterampilan kerja bidang Jasa Pelaksana Konstruksi (Kontraktor) yang harus dimiliki untuk dapat ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Teknik (PJT) perusahaan dan atau sebagai Tenaga/Pelaksana Terampil  bidang kontruksi dengan kualifikasi:

  • Tingkat I
  • Tingkat II
  • Tingkat III

DAFTAR KODE Klasifikasi Sertifikat Keterampilan 2020

Tenaga Kerja Terampil di bidang Jasa Konstruksi meliputi bidang Arsitektur, Sipil, Mekanikal, Elektrikal dan Tata Lingkungan.

Klasifikasi Sertifikat Keterampilan Bidang Arsitektur

Ada 30 sub bidang dalam Klasifikasi Sertifikat Keterampilan Bidang Arsitektur, yaitu:

TA 003 Juru Gambar/Draftman – Arsitektur
TA 004 Tukang Pasang Bata/Dinding/Bricklayer (Tk. Bata)
TA 005 Tukang Pasang Batu/Tukang Bangunan Umum/Stone Masonry
TA 006 Tukang Plesteran/Plasterer/Solid Plaster
TA 007 Tukang Pasang Keramik ( Lantai dan Dinding )
TA 008 Tukang Pasang Lantai dan Tegel/Ubin/Marmer
TA 009 Tukang Kayu/Carpenter(termasuk kayu bangunan)
TA 011 Tukang Pasang Plafon / Ceiling Fixer / Ceiling Fixing )
TA 014 Tukang Cat Bangunan
TA 015 Tukang Taman / Landscape
TA 016 Pelaksana Lapangan Pekerjaan Plambing
TA 017 Supervisor Perawatan Gedung Bertingkat
TA 018 Tukang Pelitur Kayu
TA 019 Tukang Kusen Pintu dan Jendela Bertingkat
TA 020 Pelaksana Lapangan Pekerjaan Perumahan dan Gedung
TA 021 Pelaksana Lapangan Pekerjaan Finishing Bangunan Gedung Bertingkat Tinggi
TA 022 Pelaksana Bangunan Gedung/Pekerjaan Gedung
TA 023 Pelaksana Bangunan Perumahan/Permukiman
TA 024 Pengawas Bangunan Gedung
TA 025 Pengawas Bangunan Perumahan
TA 026 Pelaksana Penata Taman
TA 027 Juru Ukur Kuantitas Bangunan Gedung
TA 028 Pengawas Mutu Pelaksanaan Kontruksi Bangunan Gedung
TA 029 Penata Taman / Landscape
TA 030 Pelaksana Madya Perawatan Bangunan Gedung
TA 031 Pengawas Tukang Cat Bangunan
TA 032 Pembantu Pelaksana Pemasangan Plafon
TA 033 Teknisi Kaca
TA 034 Pemasang Dinding Partisi

Sertifikat Keterampilan Bidang Sipil

Ada 63 sub bidang dalam Klasifikasi Sertifikat Keterampilan Bidang Sipil, yaitu:

TS 003 Juru Gambar/ Draftman – Sipil
TS 004 Juru Ukur/Teknisi Survey Pemetaan
TS 005 Teknisi/Asisten Laboratorium Jalan
TS 006 Teknisi / Asisten Laboratorium Beton
TS 007 Teknisi/Asisten Laboratorium Mekanika Tanah
TS 008 Teknisi Laboratorium Aspal
TS 009 Operator Alat Penyelidikan Tanah/Soil Investigation Operator
TS 010 Tukang Pekerjaan Pondasi/Foundation Work
TS011 Tukang Pekerjaan Tanah/Earthmoving
TS 012 Tukang Besi Beton (Barbender/Bar Bending)
TS 013 Tukang Cor Beton (Concetor/Concrete Operation)
TS 014 Tukang Pasang Perancah/Formworker/Formwork
TS 015 Tukang Pasang Scafolding/Scaffolder/Scaffolding
TS 016 Tukang Pasang Pipa Gas / Gas Pipe Fitter
TS 017 Tukang Perkerasan Jalan/Paving
TS 018 Tukang Pasang Kontruksi Rig/Pilling Rigger/Rigger (belum ada SKKNI belum bisa cetak belakang)
TS 019 Tukang Boring/Boring and Driving (belum ada SKKNI belum bisa cetak belakang)
TS 020 Tukang Pekerjaan Baja
TS 021 Pekerja Aspal Jalan
TS 022 Mandor Produksi Campuran Aspal Panas
TS 023 Mandor Perkerasan Jalan
TS 024 Teknisi Pekerjaan Jalan dan Jembatan
TS 025 Juru Ukur Kuantitas Pekerjaan Jalan dan Jembatan
TS 026 Tukang Perancah Besi
TS 027 Tukang Kontruksi Baja dan Plat
TS 028 Pelaksana Lapangan Pekerjaan Jalan
TS 029 Pelaksana Lapangan Pekerjaan Jembatan
TS 030 Pelaksana Lapangan Pekerjaan Jaringan Irigasi
TS 031 Pelaksana Saluran Irigasi
TS 032 Pelaksana Bangunan Irigasi
TS 033 Pelaksana Bendungan
TS 034 Pelaksana Terowongan
TS 035 Teknisi Perhitungan Kuantitas Pekerjaan Sumber Daya Air
TS 036 Pengawas Bendungan
TS 037 Pengawas Bangunan Irigasi
TS 038 Pengawas Saluran Irigasi
TS 039 Pengawas Terowongan
TS 040 Pengawas Lapangan Pekerjaan Jalan
TS 041 Pengawas Lapangan Pekerjaan Jembatan
TS 042 Teknisi Pengerukan
TS 043 Teknisi Survey Teknik Sipil (belum ada SKKNI belum bisa cetak belakang)
TS 044 Pelaksana Pekerjaan Jembatan
TS 045 Pelaksana Pekerjaan Jalan
TS 046 Kepala Pengawas Pekerjaan Jalan dan Jembatan
TS 047 Juru Hitung Kuantitas
TS 048 Juru Ukur Pekerjaan Jalan / Jembatan
TS 049 Teknisi Penghitung Kuantitas Pekerjaan Jalan/Jembatan
TS 050 Steel Erector of Bridge
TS 051 Pelaksana Bangunan Gedung/Pekerjaan Gedung
TS 052 Pelaksana Lapangan Pekerjaan Gedung
TS 053 Tukang Kayu Bekisting
TS 054 Tukang Pasang Beton Pra Cetak
TS 055 Tukang Rangka Aluminium
TS 056 Mandor Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan
TS 057 Mandor Pemasangan Rangka Baja Jembatan
TS 058 Pelaksana Lapangan Pekerjaan Pemasangan Jembatan Rangka Baja
TS 059 Juru Gambar Pekerjaan Jalan dan Jembatan
TS 060 Tukang Bekisting (Acuan) dan Perancah Bidang Sumber Daya Air
TS 061 Mandor Pekerjaan Perkerasan Aspal
TS 062 Mandor Tukang Pasang Beton Precast
TS 063 Asisten Teknisi Laboratorium Jalan (Campuran Beton Beraspal)
TS 064 Asisten Teknisi Laboratorium Beton
TS 065 Asisten Teknisi Laboratorium Mekanika Tanah
TS 066 Teknisi Geoteknik

Klasifikasi Sertifikat Keterampilan Mekanikal

Ada 16 sub bidang dalam Klasifikasi Sertifikat Keterampilan Bidang Mekanikal, yaitu:

TM 003 Juru Gambar/Draftman-Mekanikal
TM 004 Operator Buldozer
TM 005 Operator Motor Grader
TM 006 Operator Mesin Excavator
TM 007 Operator Tangga Intake Dam
TM 008 Operator Road Roller / Road Roller Paver Operator
TM 009 Operator Wheel Loader
TM 010 Operator Crawler Crane
TM 011 Operator Rough Terrain Crane
TM 012 Operator Truck Mounted Crane
TM 013 Operator Tower Crane
TM 014 Operator Wheel Crane
TM 015 Operator Backhoe
TM 016 Operator Mesin Pemancang Tiang/Pile Hammer Operator
TM 017 Operator Mobil Pengaduk Beton
TM 018 Operator Crawler Tractor Bulldozer
TM 019 Operator Dump Truck
TM 020 Operator Forklift
TM 021 Operator Specialized Equipment Plant (belum ada SKKNI belum bisa cetak belakang)
TM 022 Operator Mobil Elevating Work Platform (belum ada SKKNI belum bisa cetak belakang)
TM 023 Operator Concrete Pump Equipment
TM 024 Operator Slinging & Rigging Operator (belum ada SKKNI belum bisa cetak belakang)
TM 025 Operator Mesin Bor
TM 026 Operator Mesin Bubut
TM 027 Mekanik Alat-alat Berat
TM 028 Tukang Las / Welder / Gas dan Electric Welder
TM 029 Tukang Bubut/Mesin Perkakas (belum ada SKKNI belum bisa cetak belakang)
TM 030 Operator Mesin Pencampur Aspal
TM 031 Operator Aspal Paver / Operator Mesin Penggelar Aspal
TM 032 Operator Mesin Penyemprot Aspal
TM 033 Pelaksana Produksi Hotmix
TM 034 Pelaksana Pekerjaan Jalan/Sheep Foot Vibrating Compactor Operator
TM 035 Juru Las Oxytetylene
TM 036 Operator Mesin Gergaji Presisi (belum ada SKKNI belum bisa cetak belakang)
TM 037 Operator Mesin Derek
TM 038 Tukang Pasang Pipa
TM 039 Tukang Las Konstruksi Plat dan Pipa
TM 040 Tukang Las MIG Posisi Bawah Tangan (belum ada SKKNI belum bisa cetak belakang)
TM 041 Tukang Las TIG Posisi Bawah Tangan
TM 042 Operator Mesin Bubut Kayu
TM 043 Operator Pengeboran Minyak
TM 044 Pelaksana Lapangan Pekerjaan ME Bangunan Gedung Bertingkat Tinggi
TM 045 Pelaksana Lapangan Pekerjaan Setting Out Bangunan Gedung Bertingkat
TM 046 Operator Mesin Grader
TM 047 Operator Mesin Pemecah Batu
TM 048 Pelaksana Perawatan Instalasi Sistem Transportasi Vertikal Dalam Gedung
TM 049 Concrete Paver Operator ( Operator Mesin Penghampar Beton Semen )
TM 050 Operator Cold Milling Plant/Machine
TM 051 Tukang Las Listrik
TM 052 Mekanik Tower Crane
TM 053 Operator Batching Plant
TM 054 Mekanik Campuran Aspal Panas
TM 055 Mekanik Heating Ventilation dan Air Condition (HVAC)
TM 056 Operator Gondola Pada Bangunan Gedung
TM 057 Teknisi Fire Alarm
TM 058 Mekanik Kapal Keruk
TM 059 Mekanik Engine Alat Berat

Klasifikasi Sertifikat Keterampilan Elektrikal

Ada 9 sub bidang dalam Klasifikasi Sertifikat Keterampilan Bidang Elektrikal, yaitu:

  1. TE 021 Tenisi Instalasi Penerangan dan Daya Phase Satu
  2. TE 022 Tenisi Instalasi Penerangan dan Daya Phase Tiga
  3. TE 024 Teknisi Instalasi Sistem Penangkal Petir
  4. TE 055 Teknisi Instalasi Kontrol Terprogram ( Berbasis PLC )
  5. TE 057 Teknisi Instalasi Otomasi Industri
  6. TE 058 Teknisi Instalasi Motor Listrik, Kontrol dan Instrumen
  7. TE 059 Teknisi Instalasi Alat Pengukur dan Pembatas ( APP )
  8. TE 060 Teknisi Instalasi Jaringan Tegangan Rendah (JTR)
  9. TE 061 Teknisi Instalasi Jaringan Tegangan Menengah (JTM)

Klasifikasi Sertifikat Keterampilan Tata Lingkungan

Ada 25 sub bidang dalam Klasifikasi Sertifikat Keterampilan Bidang Tata Lingkungan, yaitu:

  1. Pelaksana Plambing / Pekerjaan Plambing
  2. Pengawas Plambing / Pekerjaan Plambing
  3. Juru gambar / Draftman – Tata lingkungan
  4. Tukang Sanitary
  5. Tukang Pipa Air / Plumber
  6. Tukang Pipa Gas
  7. Tukang Pipa Bangunan
  8. Tukang Pipa
  9. Juru Pengeboran Air Tanah
  10. Pelaksana Perpipaan Air Bersih
  11. Pelaksana Pembuatan Fasilitas Sampah dan Limbah
  12. Pelaksana Pengeboran Air Tanah
  13. Pengawas Perpipaan Air Bersih
  14. Pengawas Pengeboran Air Tanah
  15. Tukang Plambing
  16. Mandor Plambing
  17. Pelaksana Pengujian Kualitas Air Minum SPAM
  18. Pelaksana Pemasangan Pintu Air
  19. Pelaksana Lapangan Perpipaan Air Madya
  20. Pelaksana Lapangan TK II Pekerjaan Perpipaan
  21. Pelaksana Pemasangan Pipa Leachate (Lindo dan Gas di TPA)
  22. Pelaksana Pekerjaan Bangunan Limbah Permukiman
  23. Pelaksana Pekerjaan Lapisan Kedap Air Ditempat Pemproses TPA
  24. Teknisi Sondir
  25. Teknisi Geologi Teknik

Klasifikasi Sertifikat Keterampilan bidang lainnya

Ada 6 sub bidang dalam Klasifikasi Sertifikat Keterampilan Bidang Lainnya, yaitu:

  1. Estimator / Biaya Jalan
  2. Quantity
  3. Mandor Tukang Batu / Bata / Beton
  4. Mandor Tukang Kayu
  5. Mandor Batu Belah
  6. Mandor Tanah

Kelola 15 Bandara, AP II Implementasikan Konsep Transformasi Digital


WE Online, Jakarta

PT Angkasa Pura II (Persero) mengimplementasikan konsep Transformasi Digital dalam memberikan pelayanan di 15 bandara yang dikelolanya. Sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi “The Best Smart Connected Airport Operator In The Region”, Angkasa Pura II berkeyakinan bahwa diperlukan transformasi budaya kerja secara menyeluruh dalam proses pengelolaan kebandarudaraan.

Perseroan menjelaskan, dalam menjawab tuntutan perubahan industrial yang mengedepankan teknologi berbasis digital, manajemen Angkasa Pura II mengadopsi dan mengimplementasikan digital transformation. Penyempurnaan sistem dan kinerja perusahaan harus menyentuh sisi hard structure serta soft structure dimana keduanya saling berkolaborasi untuk mewujudkan layanan berbasis teknologi baru.

Selain telah menerapkan sejumlah aplikasi berbasis digital (soft infrastructure) sejak 2016, maka perlu internalisasi budaya kerja yang juga mengedepankan budaya yang telah bertransformasi ke arah digital (Digital Culture).

Presiden Direktur PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, memaparkan bahwa Angkasa Pura II dalam mengimplementasikan budaya digital transformation telah membekali diri dengan 3 konsep dasar digital transformation.

“Manajemen memahami bahwa tujuan kami kedepannya adalah mempersiapkan seluruh insan perusahaan untuk siap bertransformasi. Itulah kenapa kami mencetuskan digital transformation secara menyeluruh dengan dimotori 3 konsep dasar digital transformation yaitu driven by digital strategy, engined by digital leadership, dan strenthened by digital culture,” ungkap Awaluddin, Rabu (12/12/2018)

Lanjutnya, dalam menjalankan proses bisnis bandara yang terus berkembang dalam era disruptive, Angkasa Pura II meyakini perlunya pendalaman digital strategy. Oleh karena itu, untuk menjawab tantangan modernisasi, manajemen telah mengambil langkah konkrit dalam penerapan sistem pelayanan berbasis digital. Hal ini untuk menjawab tuntutan pola konsumsi digital para konsumen bandara.

Sejalan dengan itu, pihak manajemen Angkasa Pura II berinisiatif untuk memberikan pemahaman serta mengedukasi seluruh senior leader hingga karyawan dalam menerapkan transformasi digital di lingkungan kerja. Penerapan konsep digital transformation terus digaungkan dari level tertinggi perusahaan hingga menyentuh seluruh karyawan.

Dengan demikian, Angkasa Pura II secara terus menerus akan merancang strategi bisnis berbasis digital dimana strategi tersebut dijalankan oleh sumber daya manusia yang melek media digital sehingga budaya digital secara bertahap telah menyentuh seluruh aspek kinerja perusahaan.

Awaluddin juga menambahkan bahwa produk layanan berbasis digital kini telah dirasakan manfaatnya oleh seluruh pelanggan bandara.

“Secara perlahan namun pasti, kami hadir dengan potret wajah perusahaan yang berbeda. Sejak 2016, kami telah meluncurkan produk digital baik dari sisi service maupun operasional bandara. Kita punya digital lounge, chatBOT, Indonesia Airports App, digital kiosk, e-payment, mobile check in, Airport Operation Control Center (AOCC), dan beberapa produk layanan lainnya,” tutup Awaluddin.

Renovasi Jalan Solok-Kerinci, Kementerian PUPR Anggarkan Rp 120 Miliar


WE Online, Padang Aro

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) mengalokasikan Rp120 miliar untuk mendanai renovasi dan peningkatan kualitas jalan nasional dari Lubuak Selasih Kabupaten Solok, Sumatera Barat, hingga Kerinci, Provinsi Jambi.

“Alokasi dana Rp120 miliar ini dipergunakan untuk Long Segment dua paket dengan dana masing-masing Rp40 miliar dan Rp40 miliar lagi perbaikan jembatan”, kata Irjen Kemen PUPR Rildo Ananda Anwar didampingi Kepala BPJN III Padang (Sumatera Barat-Bengkulu) Saiful Anwar, saat menghadiri ulang tahun Kabupaten Solok Selatan, di Padang Aro, Sabtu.

Dia mengatakan, untuk 2017 ini sesuai koordinasi dengan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno minimal jalan nasional ke Solok Selatan bisa dilalui even Tour de Singkarak (TdS).

“Kita akan perbaiki dulu jalur yang ekstrem sehingga peserta TdS bisa ke Solok Selatan tahun ini,” katanya.

Selain itu katanya, melalui Standar Pelayanan Minimal (SPM) Solok Selatan juga dapat alokasi dana Rp80 miliar.

Sedangkan bagi tanah yang sudah dibebaskan, jalannya akan dilebarkan sesuai standar Nasional.

Untuk pembebasan tanah di sepanjang jalan Nasional guna pelebaran jalan dia berharap, kerjasama pemerintah daerah sebab yang memiliki daerah adalah Bupati.

“Pembebasan lahan harus dilakukan secepat mungkin dan jangan sampai setelah kami tender masalah ini baru teringat sehingga prosesnya akan sulit dan anggaran bisa berbalik lagi,” katanya.

Dia menambahkan, sepanjang jalan Nasional Lubuk Selasih-Kerinci banyak aktifitas pertambangan yang merusak drainase yang dibangun dengan biaya besar.

“Kita berharap aktivitas pertambangan ini ditertibkan sehingga pembangunan yang dilakukan bermanfaat bagi masyarakat dan tidak cepat rusak,” katanya.

Selain itu tambahnya, akibat pertambangan ini beton yang sudah dibangun oleh pemerintah banyak rusak padahal biayanya besar oleh sebab itu harus ditertibkan.

Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria, mengatakan, pihaknya sangat berharap proses perbaikan jalan Nasional dari Lubuak Selasih-Kerinci dipercepat karena ini merupakan akses satu-satunya ke Kabupaten itu.

“Gara-gara jalan nasional rusak parah kita tidak jadi dilewati TdS 2016 dan tahun ini kita berharap itu tidak terjadi lagi,” jelasnya.

Selain itu, katanya, jalan dari Lubuk Selasih-Kerinci juga sangat banyak lubang dan bagi yang baru melewatinya akan sangat memberatkan. Ketua DPRD Solok Selatan Sidik Ilyas berharap, perbaikan jalan nasional tahun ini kalau bisa titiknya di Solok Selatan.

“Selama ini perbaikannya di kawasan Kabupaten Solok dan tahun ini kita berharap titiknya di Solok Selatan,” katanya. (Ant)

Jembatan Cisomang Rusak, Penumpang KA Melonjak 80,5 Persen


WE Online, Jakarta

Penumpang Kereta Api Argo Parahyangan melonjak hingga 80,5 persen akibat rusaknya Jembatan Cisomang di ruas jalan Tol Purbaleunyi selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru mulai 23 Desember 2016 sampai 8 Januari 2017.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro di kereta inspeksi dalam perjalanan dari Jakarta menuju Cikampek, Selasa (17/1/2017), menyebutkan sebelum diumumkan tentang gangguan di Jembatan Cisomang, volume harian KA tercatat 4.853 penumpang per hari.

Namun, lanjut ia, pascapengumuman, permintaan akan penambahan perjalanan KA Argo Prahyangan pun semakin banyak dari masyarakat dan volume penumpang tercatat meningkat 80,5 persen menjadi 8.761 penumpang per hari.

“Minat masyarakat yang tinggi untuk beralih dari moda transportasi jalan raya ke kereta api pascaterjadinya gangguan di Jembatan Cisomang dapat dilihat dari penumpang KA Argo Parahyangan,” katanya.

Khusus untuk KA Argo Parahyangan tambahan, KAI mengoperasiakan hingga 12 perjalanan tambahan, sementara perjalanan reguler terdapat 14 perjalanan, sehingga total perjalanan KA Argo Parahyangan rute Bandung-Gambir PP sebanyak 26 perjalanan.

“Hal ini dilakukan sebagai respon KAI atas permintaan pasar sebagai imbas dari gangguan di Jembatan Cisomang,” katanya.

Sementara itu, Edi mengatakan secara keseluruhan, KAI telah mengangkut sebanyak 4,6 juta penumpang selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2017 atau meningkat 12,3 persen dari masa angkutan Nataru tahun sebelumnya, yaitu 4,1 juta penumpang.

Rinciannya, sebanyak 540.279 penumpang KA eksekutif, 264.928 penumpang KA Bisnis, 1,4 juta penumpang KA ekonomi dan 2,3 juta penumpang KA lokal.

“Tahun ini puncak masa Angkutan Nataru terjadi pada 1 Januari 2017 dengan jumlah penumpang terangkut sebanyak 306.634 penumpang,” katanya.

Edi mengapresiasi semua pihak yang berkontribusi dalam perjalanan KAI pada masa Angkutan Nataru 2016-2017 karena berlangsung aman dan tidak terjadi kecelakaan atau “zero accident”. (Ant)

LMAN Siapkan Pencairan Dana Pengadaan Tanah Rp13,2 Triliun


WE Online, Jakarta

Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) telah menyiapkan pencairan dana pengadaan tanah Rp13,2 triliun untuk proyek pembangunan infrastruktur jalan tol maupun jalan bukan tol yang telah direncanakan oleh pemerintah.

“Dana Rp13,2 triliun sudah ditandatangani untuk pendanaan 2016, dengan ‘cost of fund’ Rp350 miliar untuk mempercepat pembebasan tanah,” kata Direktur LMAN Rahayu Puspasari, di Jakarta, Jumat (17/3/2017).

Rahayu mengatakan proses pencairan ini menggunakan skema dana talangan atau pembayaran uang ganti kerugian dengan menggunakan dana badan usaha terlebih dahulu, sebelum terbit Perpres 102 Tahun 2016, agar pengadaan tanah berjalan lebih cepat.

Perpres 102 Tahun 2016 merupakan peraturan terkait pendanaan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum dalam rangka pelaksanaan proyek strategis nasional.

Skema pencairan ini, kata Rahayu, digunakan untuk pengadaan tanah pada proyek Jalan Tol Trans Sumatera, Trans Jawa, Non-Trans Jawa, dan Jabodetabek yang dananya ditalangi terlebih dahulu oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Ia menambahkan proses pencairan dana yang disiapkan sebanyak Rp16 triliun ini bisa lebih cepat, apabila proyeknya benar-benar siap dijalankan dan verifikasi tagihan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sudah dilakukan.

“Kami berharap secepat mungkin dibayar. Standar operasi prosedur, teknologi informasi, dan sumber daya manusia sudah kami siapkan. Jadi Rp16 triliun itu tidak lama pada kami, semakin akurat dan lengkap dokumen yang diusulkan, maka semakin cepat pencairan,” ujar Rahayu.

Selain skema dana talangan sebelum terbit Perpres 102 Tahun 2016, LMAN juga menyiapkan skema dana talangan setelah terbit Perpres 102 Tahun 2016, melalui keterlibatan Direktorat Jenderal Anggaran dalam perencanaan anggaran sejak awal proyek.

LMAN juga menyiapkan skema pembayaran uang ganti kerugian secara langsung yang diharapkan bisa mulai berlaku pada pencairan dana pengadaan lahan pada 2017 sebesar Rp20 triliun, untuk proyek infrastruktur jalan tol, pelabuhan, perkeretapian dan bendungan.

Proses skema ini, mulai dari pengajuan pengadaan tanah hingga permohonan pembayaran ganti rugi, akan melibatkan peran BPKP, sehingga penerima ganti rugi dan pelepasan hak akan didapatkan masyarakat yang berhak menerimanya.

“Pada skema ini kami membayar langsung ke masyarakat, bukan dengan dana talangan. Jadi kami akan langsung membayarkan ke masyarakat. Dengan ketersediaan anggaran, ada kemungkinan nantinya skema ini yang akan dilaksanakan,” ujar Rahayu.

Rahayu memastikan skema ini tidak melibatkan badan usaha, sehingga tidak memerlukan biaya bunga atau “cost of fund” yang harus dikeluarkan dalam dana talangan dan pemerintah bisa menghemat dana yang harus dikeluarkan.

“Skema ini tidak memungkinkan diterapkan pada 2016 karena terbatas ketersediaan dana dan perangkat hukumnya belum siap,” katanya pula.

LMAN merupakan Badan Layanan Umum (BLU) dalam pengelolaan Kementerian Keuangan di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.

Lembaga ini dibentuk untuk mendukung optimalisasi manajemen aset negara guna meningkatkan manfaat ekonomi dan sosial, sekaligus menggali potensi return on assets dan Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berasal dari Barang Milik Negara.

Pada awalnya, LMAN bertugas untuk mengelola aset negara, namun institusi ini kemudian juga mendapat tugas untuk perencanaan pendanaan dan pendayagunaan lahan landbank serta pembayaran ganti rugi pengadaan tanah.

Mandat baru tersebut, LMAN mempunyai fungsi tidak hanya sebagai treasurer atau financing provider, tapi juga special landbank untuk pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum dan proyek strategis nasional. (Ant)

Antisipasi Lahar Merapi, Kementerian PUPR Rampungkan Sabo Dam Kali Woro


WE Online, Jakarta

Mengantisipasi banjir lahar Gunung Merapi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi Sabo Dam Kali Woro di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sabo Dam akan menahan aliran lahar yang membawa batu-batuan dan pasir sehingga mengurangi kecepatan alirannya yang berdampak berkurangnya risiko bencana di hilir sungai. 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan bahwa pada tahun 2014, Sabo Dam Kaliworo berhasil mengurangi kecepatan banjir lahar dingin Gunung Merapi dan menahan material vulkanik tidak sampai ke daerah hilir sungai. Kejadian tersebut mengakibatkan diperlukannya rehabilitasi dan rekonstruksi Sabo Dam agar bisa berfungsi kembali.

“Kalau bendungan menahan air, Sabo Dam menahan pasir dan batu, sementara airnya tetap bisa lewat. Sabo Dam Kali Woro ditargetkan bisa diresmikan November tahun 2108,” jelas Menteri Basuki dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (9/3/2018).

Sebanyak 26 Sabo Dam dibangun secara bertingkat dengan ukuran berbeda dengan yang terbesar berada di atas untuk menahan batu-batu besar dan yang paling kecil untuk menahan pasir. Pada kondisi aman, Sabo Dam juga digunakan sebagai jembatan penghubung antar desa.

Dari data Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, Ditjen Sumber Daya Air, total anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp329 miliar melalui kontrak tahun jamak 2016-2018.

Dengan selesainya Sabo Dam Kali Woro, aliran lahar Gunung Merapi bisa dicegah untuk tidak sampai merusak permukiman warga dan jalan nasional Yogyakarta-Solo yang bisa memutus konektivas antar wilayah.

Proyek Tol Jakarta-Cikampek II Elevated Bakal Rampung Akhir September


WE Online, Jakarta

PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengelola Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated), menargetkan pengerjaan proyek tersebut bakal selesai pada akhir September tahun 2019.

Direktur Utama PT JJC Djoko Dwijono mengatakan, hingga Juni tahun ini, konstruksi Jalan Tol sepanjang 36,40 Km tersebut telah mencapai 86%.

Baca Juga: Jasa Marga Catat 275 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Kalikangkung

“Jadi, pekerjaan fisiknya telah mencapai 86% dan ditargetkan selesai konstruksinya pada akhir September 2019 untuk selanjutnya dilakukan uji layak fungsi dan layak operasi,” ujar Djoko Dwijono, Jum’at (28/6/2019).

Dirinya melanjutkan, pekerjaan konstruksi Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) masih menyisakan 139 steel box girder yang belum terpasang dari 2.585 steel box girder yang dibutuhkan dalam proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated).

Pelaksanaan pemasangan steel box girder, lanjut Djoko, berlangsung tiap hari saat window time, yakni pukul 22.00-05.00 WIB. Selain itu, pihaknya juga senantiasa berkoordinasi dengan berbagai pihak pelaksana proyek-proyek lain yang berada di sekitar Jalan Tol Jakarta-Cikampek, seperti LRT Jakarta-Bekasi Timur, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dan Jalan Tol Cibitung-Cilincing.

Koordinasi tersebut diperlukan agar pelaksanaan pembangunan proyek-proyek di sekitar Jalan Tol Jakarta-Cikampek tidak saling bersinggungan. 

Baca Juga: Jasa Marga Catat Jumlah Kendaraan Lewati GT Cikampek Utama Naik 219 Persen

“Kendala yang dihadapi sementara ini adalah mengatur sequence pekerjaan dengan kondisi lalu lintas yang sangat padat di dalam window time. Solusinya adalah merencanakan pekerjaan dengan sangat detil dan baik karena ada beberapa pekerjaan proyek proyek yang bersamaan, serta tentunya dengan menerapkan metode kerja yang lebih ramah terhadap kondisi lalu lintas,” papar Djoko.

Berada tepat di sebagian ruas Tol Jakarta-Cikampek eksisting, proyek Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) membentang dari Ruas Cikunir hingga Karawang Barat. Nantinya, jalan tol ini berfungsi untuk mengurangi kepadatan panjang yang berada di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek. 

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek merupakan jalur alternatif bagi pengguna jalan tol yang akan menuju ke Cikampek maupun Bandung. Jalan tol ini juga dapat menunjang distribusi arus barang dan jasa, baik yang menuju maupun keluar Jakarta dari Jawa Barat dan berlanjut dari atau ke Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

ESDM Bangun PLTS di Delapan Desa di Papua


WE Online, Jakarta

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meresmikan pembangunan delapan paket pembangkit listrik tenaga surya terpusat (PLTST) dengan total kapasitas terpasang 145 kilowatt untuk melistriki delapan desa di Kabupaten Keerom, Papua.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana, mengatakan selain delapan paket PLTST, ESDM juga memfasilitasi 65 unit penerangan jalan umum tenaga surya atau PJU Cerdas di Kabupaten Keerom.

“Pembangunan PLTS dan PJU ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan dan mempercepat akses listrik untuk daerah-daerah terluar dan di perbatasan,” kata Rida melalui keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta.

Pembangunan PLTS dan PJU di Kabupaten Keerom ini dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui dana alokasi khusus Kementerian ESDM.

Kedelapan unit PLTS ini telah diserahterimakan oleh Ditjen EBTKE kepada Pemerintah Kabupaten Keerom pada tanggal 24 Februari 2017 di Makassar, sedangkan 65 unit PJU tenaga surya diserahterimakan dan diresmikan pada Jumat (10/3/2017).

Adapun delapan desa di Kabupaten Keerom yang dilistriki, yakni Kampung Skopro, Ampas, Kalibom, Pund, Banda, Yuwainda, Yabanda, dan Kampung Kalimo.

Sepanjang tahun 2016, Ditjen EBTKE telah membangun 17 unit PLTS di enam kabupaten di Provinsi Papua dengan total 385 kilowatt peak (kWp), 190 unit PJU tenaga surya, dan 200 unit LED trofit.

“Saat ini, 4 unit PLTS di 2 kabupaten belum selesai pembangunannya, yaitu 3 unit PLTS di Kabupaten Pegunungan Bintang dan 1 unit PLTS Kabupaten Jayawijaya. Status pembangunannya sudah 95 persen,” ungkap Rida.

Sementara itu, Bupati Kerom Celsius Watae berharap dengan masuknya listrik akan meningkatkan perekonomian daerahnya. “Hal yang kami syukuri dengan pembangunan PLTS ini, kami dapat merasakan listrik 24 jam sehingga dapat meningkatkan perekonomian daerah,” kata Celsius Watae.

Ada pun PJU Cerdas merupakan lampu penerangan jalan yang menggunakan cahaya matahari sebagai sumber energi listrik. Lampu PJU ini dinilai cocok digunakan untuk jalan di daerah-daerah yang belum terjangkau oleh listrik PLN dan juga daerah-daerah yang mengalami krisis energi listrik, terutama daerah terpencil. Lampu PJU Cerdas juga dapat diaplikasikan di daerah perkotaan, seperti kawasan jalan utama. (Ant)

Solusi Atasi Kemacetan, DPR: Tuntaskan Pembebasan Lahan Jalur Puncak II


WE Online, Cianjur

Ketua Komisi V DPR RI Fairy Djemy Francis mengatakan, Bogor dan Cianjur agar segera menuntaskan pembebasan lahan untuk pembangunan Jalur Puncak II sebagai solusi atas kemacetan parah di Jalur utama Puncak yang kerap terjadi di saat hari libur.

“Kami siapkan anggaran Rp 600 miliar untuk pembangunan jalannya. Tapi kedua daerah harus menuntaskan pembebasan lahan,” kata Fairy Djemy Francis di Cianjur, Jumat (7/4/2017).

Dia menjelaskan, selama ini pihaknya sudah banyak mendengar masukan dari Pemkab Cianjur terkait pentingnya keberadaan Jalur Puncak II untuk pengembangan Cianjur dan kota lain di Jabar.

Terlebih jalur tersebut sudah lebih dulu diusulkan dibandingkan Jalan Tol Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung, kata dia, sehingga harusnya Jalur Puncak II menjadi prioritas pembangunan.

“Kami mendorong Jalur Puncak II menjadi prioritas pembangunan di pusat karena usulannya sudah masuk sejak tahun 2012. Bahkan kami sempat mendorong agar segera direalisasikan, namun terkendala dengan pembebasan lahan,” katanya.

Menurut dia, jika pembebasan lahan di Bogor dan Cianjur selesai selama rentang waktu 2017 hingga 2018, maka pembangunan konstruksi dapat dilakukan 2019.

Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman, yang mendampingi anggota DPR RI meninjau lokasi, mengatakan, kunjungan Komisi V it diharapkan mempercepat pembangunan Jalur Puncak II.

“Kami tidak perlu banyak menerangkan dampak dari adanya jalur alternatif tersebut karena semua yang hadir dari pusat sudah tahu bagaimana macetnya jalur utama Puncak. Perlu segera dibangun Jalur Puncak II sebagai solusi,” katanya.

Sesuai dengan kesepakatan, Pemkab Cianjur akan segera menuntaskan pembebasan lahan. Ada 1,8 kilometer jalan yang perlu diperluas sehingga lahan di sampingnnya harus dibebaskan.

“Sekarang jalur masih sempit di beberapa titik, nanti akan dibebaskan. Untuk besaran yang harus dikeluarkan masih dalam kajian,” katanya.

Dia berharap hal yang sama dilakukan Pemkab Bogor dengan mempercepat pembebasan lahan karena tugas Cianjur tinggal sedikit untuk membebaskan lahan.

“Terwujudnya Jalur Puncak II diharapan dapat membangkitkan kembali perekonomian Cianjur, khususnya tiga kecamatan yang selama ini mati suri,” katanya. (Ant)

Integrasikan dan Laksanakan Loading Traffic Link di Beberapa Segmen, Telkom Perluas Konektivitas


WE Online, Jakarta

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui anak usaha PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (Telkom Infra) telah sukses integrasikan serta melaksanakan loading traffic link segmen Larantuka – Kalabahi – Atambua pada awal pekan lalu.

Dilakukannya integrasi ini dalam upaya Telkom untuk memperluas jaringan tulang punggung pita lebar yang menghubungkan Ibu Kota/Kabupaten (IKK) di pulau-pulau terluar dan terpencil.

Pengintegrasian dan loading traffic link tersebut menandai telah selesainya penggelaran kabel optik (kabel laut dan terestrial) Sistem Komunikasi Kabel Laut Aceh, Sibolga, Batam, Larantuka (SKKL ASBL) dengan total panjang mencapai 770 km yang menghubungkan 5 segmen link SKKL.

Zulhelfi Abidin Direktur Network & IT Solution Telkom menjelaskan pembangunan SKKL ASBL juga merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas layanan TelkomGroup, khususnya di wilayah Timur Indonesia.

“Selain untuk menghubungkan kota-kota, yaitu Sabang, Simelue, Kalabahi, Gunung Sitoli, dan Tanjung Balai Karimun, penggelaran SKKL ASBL juga ditujukan untuk memenuhi kebutuhan kapasitas traffic pelanggan dan meningkatkan kualitas layanan TelkomGroup di wilayah Nusa Tenggara Timur,” jelas Zulhelfi dalam keterangan yang diterima, Selasa (10/10/2017).

Detail lima segmen SKKL tersebut yaitu Sabang dengan Aceh (44 km), Simeleu dengan Bakongan (142 km), Sibolga dengan Nias (156 km), Larantuka dengan Atambua (354 km), dan Batam dengan Tanjung Balai Karimun (73 km).

Lanjut Zulhelfi, dengan telah tergelarnya SKKL ASBL, TelkomGroup berharap mampu mempercepat pemerataan akses telekomunikasi ke berbagai wilayah Indonesia, termasuk ibu kota/kabupaten di daerah pelosok.

“Saat ini, TelkomGroup tengah membangun jaringan pita lebar yang menjangkau 457 IKK di seluruh Indonesia, dan akan terus berupaya untuk dapat menghubungkan seluruh ibukota kabupaten di seluruh Indonesia” ujarnya.

Sebagai penutup, Zulhelfi menambahkan hal ini merupakan komitmen Telkom untuk membangun masyarakat digital Indonesia sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia.