Bosowa Marga Nusantara Bangun Konektivitas di Indonesia Timur


WE Online, Makassar

PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) siap berkontribusi dalam membangun konektivitas di Indonesia Timur. Salah satu upaya BMN berupa menggenjot pembangunan Jalan Tol Layang AP Pettarani di Kota Makassar, Sulsel. Megaproyek dari anak perusahaan PT Marga Utama Nusantara (MUN) itu merupakan wujud kontribusi membangun konektivitas sekaligus mengurai kemacetan di Kota Daeng.

Bukti nyata kontribusi BMN ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerjasama desain dan konstruksi pembangunan Jalan Tol Layang AP Pettarani dengan berbagai stakeholder. Di antaranya yakni Nippon Koei selaku konsultan pengawas proyek dan WIKA Beton selaku kontraktor proyek. Penandatangan kerja sama itu berlangsung di Jakarta, Senin (2/1/2018).

Direktur Utama BMN, Anwar Toha, mengatakan wujud komitmen membangun konektivitas Indonesia Timur ditunjukkan dengan melibatkan stakeholder terbaik dalam membangun megaproyek tersebut. Pihaknya tidak sembarangan memilih mitra, melainkan memilih merujuk pada kapabilitas dan pengalaman stakeholder terkait. 

“Perusahaan berusaha memberikan kontribusi terbaiknya melalui pembangunan jalan tol layang ini untuk membangun konektivitas di Timur Indonesia. Olehnya itu, perusahaan menggandeng berbagai pihak baik asing maupun nasional yang dinilai telah memiliki pengalaman di bidang kontruksi pembangunan jalan,” kata Anwar, dalam keterangan persnya kepada Warta Ekonomi, Senin, (2/4/2018).

Guna menjamin kualitas dan keselamatan selama masa kontruksi, proses pembangunan akan disupervisi oleh Nippon Koei. Perusahaan itu merupakan salah satu consultant engineering terbesar di Jepang. Selain itu, BMN selaku pemilik proyek juga menunjuk advisor asing dari NEXCO West sebagai badan usaha jalan tol di Jepang yang juga membantu mengawasi dan memberi masukan dalam pengerjaan proyek ini.

Melalui penandatangan ini, maka proses kontruksi pembangunan Jalan Tol Layang A.P. Pettarani (Seksi III) siap dilakukan pada akhir April 2018. Pembangunan jalan tol layang ini merupakan salah satu bentuk kontribusi BMN yang turut serta dalam memberikan solusi untuk mengurai kepadatan kendaraan di Kota Makassar. 

Pembangunan Tol Layang AP Pettarani juga ditujukan sebagai penambahan lingkup Jalan Tol Ujung Pandang Seksi I & II (PT BMN). Jalan tol layang ini dibangun di atas jalan nasional yakni Jalan AP Pettarani. Proyek tol layang ini memiliki panjang 4,3 km ini memiliki nilai investasi lebih dari Rp2 triliun dengan masa kontruksi 22 bulan. 

Related Posts

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Pelajari segala hal tentang Jenjang SKK Konstruksi, termasuk manfaatnya, perpanjangan, syarat administrasi, level, dan cara ceknya. Gaivo Consulting m...