Daftar istilah konstruksi bangunan

Daftar istilah konstruksi

Daftar istilah konstruksi – Abutment adalah bagian bawah tumpuan struktur jembatan Agregat campuran adalah bahan batu-batuan yang netral (tidak bereaksi) dan merupakan bentuk sebagian besar beton (misalnya: pasir, kerikil, batu- pecah, basalt)

AISC adalah singkatan dari American Institute of Steel Construction

AISCS adalah Spesifikasi-spesifikasi yang dikembangkan oleh AISC, atau singkatan dari American Institute of Steel Construction Specification

ASCE adalah singkatan dari American Society of Civil Engineering yaitu sebuah asosiasi teknik sipil di Amerika

ASTM adalah singkatan dari American Society of Testing and Materials yaitu asosiasi di Amerika yang memberikan standar-standar untuk material bangunan. Standar dari ASTM sering juga dijadikan acuan oleh SNI dalam membuat standar tentang material dan metode konstruksi yang ada di Indonesia.

Balok adalah elemen struktur linier horisontal yang akan melendut akibat beban transversal

Balok Induk adalah balok utama yang menopang sistem struktur, berukuran paling besar

Balok Anak adalah balok bantuan yang membantu menopang pelat lantai beton yang terlalu lebar bentangannya, ukurannya lebih kecil dari balok induk

Balok spandrel adalah balok yang mendukung dinding luar bangunan yang dalam beberapa hal dapat juga menahan sebagian beban lantai

Batas Atterberg adalah besaran kadar air (%) untuk menandai kondisi konsistensi tanah yakni terdiri dari batas cair (Liquid Limit / LL), bata plastis (Plastic Limit/ PL) maupun batas susut (shirinkage Limit).

Batas Cair adalah besaran kadar air tanah uji (%) dimana dilakukan ketukan sebanyak 25 kali menyebabkan alur tanah pada cawan Cassangrade berimpit 1.25 cm (1/2 inch).

Batas Plastis adalah besaran kadar air tanah sehingga saat dilakukan pilinan pada contoh tanah hingga 0 3 mm mulai terjadi retakan dan tidak putus

Beban adalah suatu gaya yang bekerja dari luar

Beban hidup adalah semua beban yang terjadi akibat pemakaian dan penghunian suatu gedung, termasuk beban-beban pada lantai yang berasal dari barang-barang yang dapat berpindah dan/atau beban akibat air hujan pada atap

Beban mati adalah berat semua bagian dari suatu gedung yang bersifat tetap, termasuk segala beban tambahan, finishing, mesin-mesin serta peralatan tetap yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari gedung tersebut

Beton adalah suatu material komposit yang terdiri dari campuran beberapa bahan batu-batuan yang direkatkan oleh bahan-ikat, yaitu dibentuk dari agregat campuran (halus dan kasar) dan ditambah dengan pasta semen (semen +air) sebagai bahan pengikat.

Beton Bertulang adalah beton yang diperkuat dengan tulangan, didesain sebagai dua material berbeda yang dapat bekerja bersama untuk menahan gaya yang bekerja padanya.

Beton Cast-in-place adalah beton yang dicor langsung pada posisi dimana dia ditempatkan. Disebut juga beton cast- in situ.

Beton Precast adalah beton yang dicor di tempat yang berbeda dengan site, biasanya di tempat yang berdekatan dengan lokasi site Beton Prestressed adalah beton yang mempunyai tambahan tegangan tekan longitudinal melalui gaya tarik pada serat yang diberi pra-tegang di sepanjang elemen strukturnya.

Beton struktural adalah beton yang digunakan untuk menahan beban atau untuk membentuk suatu bagian integral dari suatu struktur. Fungsinya berlawanan dengan beton insulasi (insulating concrete).

Bracing adalah konfigurasi batang-batang kaku yang berfungsi untuk menstabilkan struktur terhadap beban lateral

Ceiling adalah sebutan untuk langit-langit bagian dalam bangunan

Cincin tarik (cincin containment) adalah cincin yang berada di bagian bawah struktur cangkang, berfungsi sebagai pengaku

Daktilitas adalah adalah kemampuan struktur atau komponennya untuk melakukan deformasi inelastis bolak-balik berulang di luar batas titik leleh pertama, sambil mempertahankan sejumlah besar kemampuan daya dukung bebannya;

Defleksi adalah lendutan balok akibat beban

Dilatasi adalah pemutusan hubungan struktur bangunan yang terlalu panjang, untuk menghindari efek gempa

Dinding geser (shear wall, structural wall) adalah dinding beton dengan tulangan atau pra-tegang yang mampu menahan beban dan tegangan, khusunya tegangan horisontal akibat beban gempa.

Faktor reduksi adalah suatu faktor yang dipakai untuk mengalikan kuat nominal untuk mendapatkan kuat rencana;

Gaya tarik adalah gaya yang mempunyai kecenderungan untuk menarik elemen hingga putus.

Gaya tekan adalah gaya yang cenderung untuk menyebabkan hancur atau tekuk pada elemen. Fenomena ketidakstabilan yang menyebabkan elemen tidak dapat menahan beban tambahan sedikitpun bisa terjadi tanpa kelebihan pada material disebut tekuk (buckling).

Geser adalah keadaan gaya yang berkaitan dengan aksi gaya-gaya berlawanan arah yang menyebabkan satu bagian struktur tergelincir terhadap bagian di dekatnya. Tegangan geser umumnya terjadi pada balok.

Girder adalah susunan gelagar-gelagar yang biasanya terdiri dari kombinasi balok besar (induk) dan balok yang lebih kecil (anak balok)

Goyangan (Sideways) adalah fenomena yang terjadi pada rangka yang memikul beban vertikal. Bila suatu rangka tidak berbentuk simetris, atau tidak dibebani simetris, struktur akan mengalami goyangan (translasi horisontal) ke salah satu sisi.

HPS adalah singkatan dari high-performance steel, merupakan suatu tipe kualitas baja

HVAC adalah singkatan dari Heating, Ventilating, Air Conditioning, yaitu hal yang berhubungan dengan sistem pemanasan, tata udara dan pengkondisian udara dalam bangunan

Joist adalah susunan gelagar-gelagar dengan jarak yang cukup dekat antara satu dan yang lainnya, dan biasanya berfungsi untuk menahan lantai atau atap bangunan. Biasanya dikenal sebagai balok anak atau balok sekunder.

Kolom adalah elemen struktur linier vertikal yang berfungsi untuk menahan beban tekan aksial

Kolom praktis adalah kolom yang berfungsi untuk menjaga dinding non struktural

Komposit adalah tipe konstruksi yang menggunakan elemen-elemen yang berbeda, misalnya beton dan baja, atau menggunakan kombinasi beton cast-in situ dan pre-cast, dimana komponen yang dikombinasikan tersebut bekerja bersama sebagai satu elemen struktural.

Kuat nominal adalah kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang dihitung berdasarkan ketentuan dan asumsi metode perencanaan sebelum dikalikan dengan nilai faktor reduksi kekuatan yang sesuai

Kuat perlu adalah kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang diperlukan untuk menahan beban terfaktor atau momen dan gaya dalam yang berkaitan dengan beban tersebut dalam suatu kombinasi seperti yang ditetapkan dalam tata cara ini

Kuat rencana adalah kuat nominal dikalikan dengan suatu faktor reduksi kekuatan

Kuat tarik leleh adalah kuat tarik leleh minimum yang disyaratkan atau titik leleh dari tulangan dalam MPa

Kuat tekan beton yang disyaratkan (fC’ ) adalah kuat tekan beton yang ditetapkan oleh perencana struktur (benda uji berbentuk silinder diameter 150 mm dan tinggi 300 mm), untuk dipakai dalam perencanaan struktur beton, dinyatakan dalam satuan MPa.

Las tumpul penetrasi penuh adalah suatu las tumpul, yang fusinya terjadi diantara material las dan metal induk, meliputi seluruh ketebalan sambungan las

Las tumpul penetrasi sebagian adalah suatu las tumpul yang kedalaman penetrasinya kurang dari seluruh ketebalan sambungan;

Lentur adalah keadaan gaya kompleks yang berkaitan dengan melenturnya elemen (biasanya balok) sebagai akibat adanya beban transversal. Aksi lentur menyebabkan serat-serat pada sisi elemen memanjang, mengalami tarik dan pada sisi lainnya akan mengalami tekan, keduanya terjadi pada penampang yang sama.

Lintel adalah balok yang membujur pada tembok yang biasanya berfungsi untuk menahan beban yang ada di atas bukaan-bukaan dinding seperti pintu atau jendela

LRFD adalah singkatan dari load and resistance factor design.

Modulus elastisitas adalah rasio tegangan normal tarik atau tekan terhadap regangan yang timbul akibat tegangan tersebut.

Momen adalah gaya memutar yang bekerja pada suatu batang yang dikenai gaya tegak lurus akan menghasilkan gaya putar (rotasi) terhadap titik yang berjarak tertentu di sepanjang batang.

Momen puntir adalah momen yang bekerja sejajar dengan tampang melintang batang.

Momen kopel adalah momen pada suatu titik pada gelegar

Mortar adalah campuran antara semen, agregat halus dan air yang telah mengeras

Plat Komposit adalah plat yang dalam aksi menahan bebannya dilakukan oleh aksi komposit dari beton dan plat baja / steel deck sebagai tulangannya.

Pondasi adalah bagian dari konstruksi bangunan bagian bawah (sub-structure) yang menyalurkan beban struktur dengan aman ke dalam tanah.

Rangka batang ruang adalah struktur rangka batang yang berbentuk tiga dimensional, membentuk ruang

Rangka kaku adalah suatu rangka struktur yang gaya-gaya lateralnya dipikul oleh sistem struktur dengan sambungan-sambungannya direncanakan secara kaku dan komponen strukturnya direncanakan untuk memikul efek gaya aksial, gaya geser, lentur, dan torsi;

Rangka tanpa Bracing (Unbraced frame) adalah sistem rangka dimana defleksi lateral yang terjadi padanya tidak ditahan oleh pengaku atau dinding geser (shear wall)

Sag adalah simpangan yang terjadi pada struktur kabel, yang merupakan tinggi lengkungan struktur tersebut

Sengkang adalah tulangan yang digunakan untuk menahan tegangan geser dan torsi dalam suatu komponen struktur,

SNI adalah singkatan dari Standar Nasional Indonesia

Spesi-beton adalah campuran antara semen, agregat campuran (halus dan kasar) dan air yang belum mengeras

Spesi-mortar adalah campuran antara semen, agregat halus dan air yang belum mengeras

Struktur bangunan adalah bagian dari sebuah sistem bangunan yang bekerja untuk menyalurkan beban yang diakibatkan oleh adanya bangunan di atas tanah.

Struktur Balok dan Kolom (post and beam) adalah sistem struktur yang terdiri dari elemen struktur horisontal (balok) diletakkan sederhana di atas dua elemen struktur vertikal (kolom) yang merupakan konstruksi dasar

Struktur Cangkang adalah bentuk struktural berdimensi tiga yang kaku dan tipis serta mempunyai permukaan lengkung.

Struktur Grid adalah salah satu analogi struktur plat yang merupakan struktur bidang, secara khas terdiri dari elemen-elemen linier kaku panjang seperti balok atau rangka batang, dimana batang-batang tepi atas dan bawah terletak sejajar dengan titik hubung bersifat kaku.

Struktur Funicular adalah sistem struktur yang berbentuk seperti tali, kurva atau kumpulan segmen elemen-elemen garis lurus yang membentuk lengkung

Struktur Membran adalah konfigurasi struktur yang terbentuk dari lembaran tipis dan fleksibel.

Struktur Plat adalah struktur planar kaku yang secara khas terbuat dari material monolit yang tingginya relatif kecil dibandingkan dengan dimensi-dimensi lainya.

Struktur Rangka Batang adalah susunan elemen-elemen linier yang membentuk segitiga atau kombinasi segitiga, sehingga menjadi bentuk rangka yang tidak dapat berubah bentuk bila diberi beban eksternal tanpa adanya perubahan bentuk pada satu atau lebih batangnya.

Struktur Rangka Kaku (rigid frame) adalah struktur yang terdiri atas elemen- elemen linier, umumnya balok dan kolom, yang saling dihubungkan pada ujung-ujungnya oleh joints (titik hubung) yang dapat mencegah rotasi relatif di antara elemen struktur yang dihubungkannya.

Struktur Tenda adalah bentuk lain dari konfigurasi struktur membran, dapat berbentuk sederhana maupun kompleks dengan menggunakan membran- membran.

Struktur Vierendeel adalah struktur rangka kaku yang digunakan secara horisontal. Struktur ini tampak seperti rangka batang yang batang diagonalnya dihilangkan. Perlu diingat bahwa struktur ini adalah rangka, bukan rangka batang. Jadi titik hubungnya kaku.

Sub-structure adalah struktur bagian bawah. Pada struktur jembatan merupakan bagian yang mendukung bentang horisontal

Super-structure adalah struktur bagian atas. Pada struktur jembatan, merupakan bagian struktur yang terdiri dari bentang horisontal.

Sway Frame adalah suatu rangka yang mempunyai respon terhadap gaya horisontal dalam bidang tidak cukup kaku untuk menghindari terjadinya tambahan gaya internal dan momen dari pergeseran horisontal, sehingga memungkinkan terjadinya goyangan (sway)

Tegangan adalah intensitas gaya per satuan luas

Tegangan tumpu (bearing stress) adalah tegangan yang timbul pada bidang kontak antara dua elemen struktur, apabila gaya-gaya disalurkan dari satu elemen ke elemen yang lain. Tegangan-tegangan yang terjadi mempunyai arah tegak lurus permukaan elemen.

Tegangan utama (principle stresses) adalah interaksi antara tegangan lentur dan tegangan geser dapat merupakan tegangan normal tekan atau tarik, yang disebut sebagai tegangan utama.

Tinggi efektif penampang (d) adalah jarak yang diukur dari serat tekan terluar hingga titik berat tulangan tarik

Titik hubung (joint) adalah titik pertemuan batang-batang elemen struktur, dimana titik ini merupakan pertemuan gaya-gaya yang terjadi pada elemen struktur tersebut

Tendon adalah elemen baja misalnya kawat baja, kabel batang, kawat untai atau suatu bundel dari elemen-elemen tersebut, yang digunakan untuk memberi gaya prategang pada beton

Torsi adalah puntiran yang timbul pada elemen struktur apabila padanya diberikan momen puntir langsung atau secara tak langsung. Tegangan tarik maupun tekan akan terjadi pada elemen yang mengalami torsi.

Triangulasi adalah konfigurasi struktur segitiga yang bersifat stabil, tidak bisa berubah bentuk atau runtuh

Tulangan adalah batang, kawat atau elemen lain yang ditambahkan pada beton untuk memperkuat beton menahan gaya.

Tulangan polos adalah batang baja yang permukaan sisi luarnya rata, tidak bersirip dan tidak berukir

Tulangan ulir adalah batang baja yang permukaan sisi luarnya tidak rata, tetapi bersirip atau berukir

Tulangan spiral adalah tulangan yang dililitkan secara menerus membentuk suatu ulir lingkar silindris

Un-sway Frame adalah suatu rangka yang mempunyai respon terhadap gaya horisontal dalam bidang cukup kaku untuk menghindari terjadinya tambahan gaya internal dan momen dari pergeseran horisontal tersebut.

Umur bangunan adalah periode/waktu selama suatu struktur dipersyaratkan untuk tetap berfungsi seperti yang direncanakan;

Rekadaya Elektrika Bangun Saluran Kabel Laut ke Pulau Untung Jawa


WE Online, Jakarta

PT Rekadaya Elektrika, perusahaan engineering, procurement, dan construction (EPC), berkonsorsium dengan PT Yalagada Surya dan PT Persada Engineering & Contracting serta bersama-sama dengan PT PLN Distribusi Jakarta Raya melaksanakan Pembangunan Saluran Kabel Laut Tegangan Menengah 20 kV Tanjung Pasir, Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu.

Dibangun sepanjang 5 km mulai dari Gardu Hubung (GH) Tanjung Pasir sampai Gardu Hubung (GH) Pulau Untung Jawa, saluran kabel laut itu merupakan project perdana yang tetap mengedepankan ekosistem laut. Melalui teknik cement bagging, terumbu karang akan dipastikan aman karena saat penanaman kabel laut hanya akan digelar di dasar laut dan diberikan semen khusus.

Baca Juga: Warga Tewas Tersengat Listrik, PLN Lalai ya?

Harjono, Direktur Utama PT Rekadaya Elektrika mengatakan, pembangunan itu dilaksanakan untuk memperkuat listrik di wilayah Kepulauan Seribu mengingat saat ini kebutuhan listrik di Kepulauan Seribu makin meningkat. Menurutnya kebutuhan listrik yang terus meningkat akan mendorong perusahaan untuk terus berinovasi.

Project perdana Pembangunan Kabel Laut dapat menjadi terobosan yang akan terus dikembangkan Rekadaya Elektrika untuk tetap menerangi negeri,” ujar Harjono, Rabu (13/11/2019).

Untuk diketahui, PT Rekadaya Elektrika merupakan Anak Perusahaan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB). PT Rekadaya Elektrika didirikan pada tahun 2003 dan telah memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan industri ketenagalistrikan dalam melaksanakan rekayasa (engineering), pengadaan (procurement), dan konstruksi serta komisioning (construction & commissioning) atau EPC.

“Perusahaan bertekad melayani masyarakat Indonesia di seluruh Nusantara dengan memberikan pelayanan jasa ketenagalistrikan yang terbaik serta memenuhi standar ketenagalistrikan yang dapat diterima dunia internasional,” imbuh Harjono.

Jasa Pengurusan SIUJPTL Murah Jakarta

Strategic intent pendirian PT Rekadaya Elektrika adalah untuk memperkuat dan meningkatkan daya saing nasional dengan pemanfaatan tingkat kandungan lokal dalam pengembangan proyek tenaga listrik sebagai partner terpercaya. Beragam proyek pembangkit tenaga listrik, proyek transmisi, dan gardu induk telah diselesaikan oleh PT Rekadaya Elektrika dari Aceh hingga Maluku Utara. Beragam proyek kelistrikan tersebut untuk menunjang proyek kelistrikan 35.000 mW oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Ini 4 Agenda Utama Kemenhub Lima Tahun ke Depan


WE Online, Jakarta

Dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, di Jakarta, Rabu (13/11), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memiliki empat agenda utama untuk mendukung program prioritas pemerintah lima tahun ke depan (2020-2024). Keempat agenda tersebut adalah: (i) Meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas mendukung Pariwisata; (ii) Logistik; (iii) Daerah Terdepan, Terluar, Terdalam dan Perbatasan (3TP); dan (iv) Ibu Kota Negara (IKN) Baru.

“Pada empat agenda utama tersebut, kami fokus pada peningkatan konektivitas dan aksesibilitas, layanan, serta keselamatan dan keamanan,” jelas Menhub dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Baca Juga: Kemenhub Bentuk Forum Riset dan Inovasi Transportasi Nasional

Tujuan strategis dari keempat agenda utama Kemenhub yaitu, pertama, membangun konektivitas dan aksesibilitas di destinasi wisata superprioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah. Kedua, meningkatkan pelayanan distribusi logistik guna penguatan konektivitas dan daya saing ekonomi. Ketiga, membangun konektivitas dan aksesbilitas di wilayah terdepan, terluar, dan terdalam (3T) untuk pemerataan pertumbuhan ekonomi wilayah dan percepatan pembangunan. Terakhir, pembangunan infrastruktur transportasi di Ibu Kota Negara (IKN) baru untuk pengembangan sistem perkotaan dan penguatan ekonomi wilayah.

Melalui empat agenda utama tersebut, diharapkan dapat memberikan dampak pertumbuhan hingga 6% untuk seluruh ekonomi dengan makin meningkatnya konektivitas dan aksesibilitas dan peningkatan pertumbuhan tahunan hingga 7% untuk manufaktur dengan adanya penurunan biaya logistik. Selain itu, diharapkan nilai devisa pariwisata mencapai US$36,5 miliar dengan membangun 5 destinasi pariwisata baru kelas dunia dan juga mendapatkan skor 90 pada indeks Kepuasan Layanan Masyarakat dengan peningkatan kinerja layanan perhubungan.

“Kami akan memastikan visi presiden untuk meningkatkan konektivitas dengan paradigma Indonesia sentris berjalan dengan baik,” tutur Budi.

Lanjutnya, Budi menjelaskan bahwa penyerapan anggaran Kemenhub hingga Bulan November 2019 mencapai 63,3 persen dan target di Bulan Desember 2019 penyerapan bisa mencapai 90.37 persen.

“Kita akan melakukan beberapa strategi agar penyerapan anggaran bisa sampai 90 persen. Hingga saat ini serapan yang paling banyak pada kegiatan nonfisik seperti di Inspektorat Jenderal, Sekretariat Jenderal, Litbang, dan BPSDM mereka rata-rata sudah 80 persen. Untuk pekerjaan fisik, sekarang di 60 persenan dan nanti di ujung kita targetkan menjadi 90 persen,” jelas Budi.

Pada raker ini, Kementerian Perhubungan bersama dengan Komisi V DPR RI juga membahas sejumlah RUU dalam prolegnas tahun 2019-2024 antara lain revisi UU Nomor  38 tahun 2004 tentang jalan, revisi UU Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, serta RUU tentang sistem transportasi nasional.

Dalam rapat tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat Kementerian Perhubungan dan dipimpin oleh Ketua Komisi V DPR RI Lasarus dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia.

Kemenhub mendorong peran serta investasi BUMN maupun swasta dalam pembangunan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Investor saat ini masih dibutuhkan untuk membangun transportasi darat. Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan pihaknya terus mendorong peran serta investasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta nasional atau asing dalam pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia. 

“Ini untuk mempercepat pembiayaan pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang dilakukan pemerintah,” kata Budi di Jakarta, Rabu (6/11). 

Budi menambahkan pembangunan infrastruktur yang terfokus pada pengembangan transportasi darat berguna untuk memastikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Hal ini, kata dia, uga merupakan rencana strategis Ditjen Perhubungan Darat 2020-2024 dengan melakukan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). 

“Rencana strategis ini dalam proyek pembangunan seperti Pembangunan Proving Ground Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB), revitalisasi Terminal Tipe A, serta pembangunan pelabuhan penyeberangan,” ungkap Budi. 

Budi menambhkan terdapat sebanyak 127 Terminal Tipe A, 134 Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB), BPLJSKB, dan tiga pelabuhan penyeberangan yang berpotensi untuk dilakukan kerja sama. Sementara itu, proyek KPBU untuk terminal tipe A rencananya akan dilakukan bagi wilayah Jawa Tengah. Lalu tiga pelabuhan penyeberangan ada wilayah Klademak, Batanta, dan Salawati yang ada di Provinsi Papua Barat. 

Menhub: LRT Jabodebek Ditargetkan Selesai Tahun 2021


WE Online, Jakarta

Proyek Light Rail Transit Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (LRT Jabodebek) ditargetkan selesai semua rute secara bersamaan pada tahun 2021. Hal itu disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri acara pengecoran terakhir Jembatan Lengkung Bentang Panjang Kuningan LRT Jabodebek, Senin (11/11).

“Target bulan Juni-Juli 2021 selesai. Operasional LRT akan dilakukan secara langsung bersamaan pada tahun 2021. Semua rute serentak, tidak bertahap,” jelas Menhub dalam keterangan yang diterima, Senin (11/11/2019).

Baca Juga: Tarif LRT Rp12.000, Harga Sewaktu-Waktu Bisa Berubah

Menhub mengapresiasi Adhi Karya selaku pelaksana pekerjaan proyek LRT Jabodebek yang telah bekerja dengan baik. Proyek yang dikerjakan merupakan proyek dengan pembiayaan skema kerja sama pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Lanjut Menhub, proyek ini dapat segera diselesaikan karena sudah ada kota-kota lain yang akan segera menyusul membangun angkutan massal LRT yaitu Surabaya, Bandung, Makassar, dan Medan.

“Kita harapkan ini menjadi satu alternatif atau pilihan angkutan massal Indonesia yang dapat diandalkan,” terang Menhub.

Menhub juga menyebutkan agar ke depannya ada suatu inovasi yang dilakukan khususnya dari segi harga sehingga LRT dapat lebih kompetitif.

“Memang kami berharap ada suatu inovasi dalam segi efisiensi harga karena jika kita bangun di setiap kota itu dengan suatu harga yang sangat kompetitif pasti memberikan solusi bagi kota-kota yang lain,” sebutnya.

Bentangan beton panjang (long span) proyek LRT Jabodebek yang berada di persimpangan Jalan HR Rasuna Said Kuningan dan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan telah diresmikan pada hari ini, Senin(11/11). Dengan peresmian tersebut, proyek LRT Jabodebek yang berada di ruas Jalan Gatot Soebroto telah tersambung dengan proyek yang berada di Jalan Rasuna Said, Kuningan.

Proyek yang diresmikan itu bertipe box girder beton dengan radius lengkung 115 meter. Kemudian, panjang bentang utama 148 meter dan beban fondasi pengujian 4.400 ton. Long span ini disebut merupakan yang terpanjang di dunia dan mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Sampai dengan 1 November 2019, progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek Tahap I telah mencapai 67,3%. Rincian progres pada setiap lintas pelayanannya yakni lintas Cawang-Cibubur (86,2%), Lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas (58,3%), dan Cawang-Bekasi Timur (60,5).

Turut hadir dalam acara ini Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Badan Usaha Milik Negara, Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, dan Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Budi Harto.

Jokowi Minta UMKM Dilibatkan di Proyek Infrastruktur dan Rest Area


WE Online, Jakarta

Presiden Jokowi meminta pengusaha lokal dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah dilibatkan dalam rantai proyek proyek infrastruktur yang tersebar di daerah-daerah.

Baca Juga: Jokowi Angkat Suara Momen Mega Cuekin Paloh di Pelantikan DPR

“Beri ruang usaha mikro usaha kecil menengah kita dalam sistem rantai pasok konstruksi sehingga betul-betul tidak hanya melibatkan yang besar-besar saja tapi yang kecil-kecil juga terangkut di situ,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas bertema Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Kantor Presiden Jakarta, Senin.

Ia menyatakan keinginannya agar UMKM naik kelas dari yang mikro menjadi kecil, dari yang kecil menjadi menengah, dan yang menengah menjadi besar.

Oleh sebab itu Presiden juga sudah menyampaikan kepada Kepala BKPM agar setiap ada investasi pengusaha lokal dan UMKM digandeng.

Demikian juga ia meminta rest area di jalan tol hingga terminal bandara memberi ruang bagi usaha-usaha kecil dan mikro.

“Jangan sampai diberikan prioritas terlebih dahulu malah brand-brand asing yang didahulukan, ini kebalik-balik,” katanya.

Info Tol Ngawi-Sragen Gratis itu Hoax


WE Online, Ngawi

Melalui media sosial seperti Facebook dan WhatsApp, sebuah pesan singkat menyatakan ruas Tol Ngawi-Sragen dibuka gratis mulai pagi ini, Kamis (15/11/2018). Namun pesan viral itu dibantah oleh pengelola Tol Ngawi-Sragen, PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN).

Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), David Wijayatno, mengatakan pesan singkat yang menyebutkan Tol Ngawi-Sragen gratis adalah tidak benar alias hoax.

“Tidak benar itu,” katanya singkat di Ngawi, Kamis (15/11/2018).

Baca juga:

Bahkan menurut David, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan perintah dari Kementerian PUPR terkait pembukaan ruas Tol Ngawi-Sragen, apalagi bila sampai dibuka tanpa tarif.

“Sampai saat ini belum ada arahan dari kementerian PUPR tentang pembukaan ruas tanpa tarif,” ujarnya.

Ditempat terpisah, Humas Paket 2B Proyek Tol Ngawi-Mantingan PT Waskita Karya, Soni juga menyebutkan sama sekali tidak mengetahui adanya pesan singkat tentang pembukaan Tol Ngawi-Sragen secara gratis.

“Saya sekarang juga jadi sasaran pertanyaan warga Ngawi. Itu tidak betul, bos. Dan itu bukan saya,” imbuhnya.

Penghujung 2018, Kementerian BUMN Segera Rampungkan Holding Infrastruktur & Perumahan


WE Online, Jakarta

Sebelum akhir tahun 2018 Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bakal segera merampungkan pembentukan dua Holding BUMN yakni sektor Infrastruktur serta Holding Perumahan dan Pengembangan Kawasan.

Holding BUMN Infrastruktur nantinya akan terdiri dari enam perusahaan, yaitu PT Hutama Karya (Persero) sebagai induk holding, dan didukung anggota holding yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Yodya Karya (Persero) dan PT Indra Karya (Persero).

 

Sementara untuk Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan akan berisikan tujuh perusahaan yakni Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) sebagai induk holding, dan didukung oleh anggota holding yang terdiri dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Virama Karya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero) dan PT Bina Karya (Persero).

 

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius K. Ro menjelaskan, Holding infrastruktur berlatarbelakang untuk menciptakan BUMN yang besar, kuat dan lincah dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur strategis nasional.

 

Holding ini sekaligus dapat meningkatkan kompetensi, skala perusahaan, kapasitas pendanaan dan mendorong inovasi untuk mewujudkan perannya sebagai integrator pembangunan infrastruktur secara end-to-end.

 

“Melalui penguatan permodalan dan peningkatan kapasitas pendanaan, serta didukung oleh pengembangan keahlian BUMN, pembentukan holding diharapkan mempercepat pengembangan infrastruktur yang dapat berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi misalnya infrastruktur konektivitas yang dapat menciptakan koridor-koridor ekonomi baru dan dapat menurunkan logistic cost di Indonesia” ujar Aloy di Kementerian BUMN, Kamis (15/11/2018).

 

Sementara untuk Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan akan berperan dalam memastikan kebutuhan perumahan nasional di seluruh cakupan geografis serta menyediakan Perumahan dengan harga yang terjangkau untuk masyarakat.

 

Lebih lanjut, Holding Perumahan dan Pengembangan Kawasan tersebut akan memiliki peranan penting dalam membangun lebih banyak perumahan untuk mengatasi defisit rumah bagi masyarakat. Termasuk juga menyediakan jasa dan produk berkualitas tinggi melalui sinergi antar anggota holding.

 

“Dengan menjamin pengadaan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara berkelanjutan serta mengutilisasi kompentensi menyeluruh yang ada di seluruh anggota holding, maka holding bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Holding BUMN Perumahan & Pengembangan Kawasan Bakal Bangun Mega Township Setara BSD City


WE Online, Jakarta

Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sektor Perumahan & Pengembangan Kawasan yang bakal dibentuk pada pertengahan Desember 2018, berencana akan membuat sebuah proyek berupa Mega Township.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Sistem PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) yang juga anggota tim kerja pembentukan Holding, Novel Arsyad, mengatakan, Mega Township sendiri merupakan wilayah yang didalamnya terdapat berbagai fasilitas seperti Perumahan, Apartemen, Kawasan Perkantoran, dan lain sebagainya.

“Itu bisa bermacam-macam. Contoh BSD (Bumi Serpong Damai City). Belum ada BUMN yang bisa melakukan, sehingga kita bicara di skala itu. Dengan adanya itu, kita tak hanya buat perumahan. Lihat saja BSD, segala fasilitas ada. Nanti kemudian kita akan masuk ke kawasan industri,” jelas Novel di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Terkait dengan lokasi dimana proyek Mega Township itu dibangun, berdasarkan pendataan yang sudah dilakukan terdapat total seluas 20.000 Ha. Titik-titik tersebut menurut Novel, berada di Pulau Jawa yang memang berdekatan dengan akses Jalan Tol.

“Lokasinya sudah cukup banyak. Kalau bicara jalan tol yang ada di Jawa kan cukup banyak. Banyak lokasi di sana. Dengan adanya konektivitas, Mega Township itu akan menjadi hal yang tidak mungkin di lokasi yang sekarang dianggap tak mungkin,” lanjut Novel.

Menyinggung waktu dibangunnya proyek tersebut, Novel memperkirakan akan dilakukan pada tahun 2020. Dimana holding dan juga sub holding BUMN Perumahan & Pengembangan Kawasan benar-benar sudah terealisasi.

“Perkiraan kita mulai bergerak ada tahapan. Kita harus melaksanakan transisi dulu, kemudian membentuk menjadi satu sub holding. Dari situ baru kita bergerak ke sana. Mulai bergerak cukup kenceng di 2020,” pungkas Novel.

Sebagai tambahan informasi, holding perumahan dam pengembangan kawasan berisikan tujuh perusahaan dengan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) sebagai lead holding, dan didukung oleh anggota holding yang terdiri dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Virama Karya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero) dan PT Bina Karya (Persero).

Barata Indonesia Garap Proyek PLTM Senilai Rp216 Miliar


WE Online, Jakarta

PT Barata Indonesia (Persero) kembali mendapatkan kontrak untuk mengerjakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM). Kali ini Barata Indonesia mendapatkan proyek untuk mengerjakan PLTM Sisira (2 X 4,9) MW di Kecamatan Parlilitan, Sumatera Utara.

Kepastian pembangunan tersebut didapat setelah dilakukan penandatanganan kontrak yang dilakukan antara PT Barata Indonesia (Persero) yang diwakili oleh Pgs. Direktur Utama PT Barata Indonesia, Tony Budi Santosa, dengan pihak PT Energi Alam Sentosa (anak perusahaan PT Terregra Asia Energy Tbk) yang bergerak di bidang energi terbarukan, yang diwakili oleh Iwan Sugiarjo.

Proyek yang menelan biaya Rp216 miliar tersebut merupakan Turnkey Project yang dikerjakan oleh Barata Indonesia.

Pgs. Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero), Tony Budi Santosa, mengatakan bahwa proyek-proyek pembangkit listrik yang menggunakan energi baru-terbarukan memang menjadi salah satu fokus utama Barata Indonesia.

Selain memiliki pengalaman yang cukup panjang di bidang PLTM, energi baru-terbarukan juga sesuai arah kebijakan masa depan dari Pemerintah yakni menyediakan Energi yang bersih dan ramah bagi lingkungan.

“Karena itu kami berharap dukungan dari semua pihak termasuk dari pemerimtah untuk memperbanyak dan juga mempermudah regulasi yang berhubungan dengan proyek pembangkit listrik energi baru terbarukan,” ujar Tony dalam keterangannya, Kamis (15/11/2018).

Tony melanjutkan, PLTM yang merupakan renewable energy merupakan salah satu concern bisnis Barata Indonesia. Energi baru terbarukan merupakan alternatif dalam penyediaan energi yang harus semakin digalakkan karena Energi fosil akan semakin habis suatu saat.

“Dari sisi posisi sebagai kontraktor, Barata Indonesia tentu saja semakin berkesempatan untuk meningkatkan lokal konten, serta turut mewujudkan program National Capacity Building (Membangun Kapasitas Nasional) dari Pemerintah,” imbuh Tony.

Sebelum mendapatkan kontrak PLTM Sisira (2X4,9) MW, awal Januari lalu perusahaan yang berkantorlusat di Gresik tersebut juga memperoleh kontrak PLTM Batang Toru 3 (2X5) MW di Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir Barata Indonesia juga telah menyelesaikan beberapa proyek PLTM, seperti PLTM Walessi 500 kW, PLTM Kayu Aro 950 kW, PLTM Lodagung (2 X 650)kW serta Penstock untuk PLTM Parmonangan (2 X 4.5) MW. Yang terakhir,Barata Indonesia juga telah menyelesaikan proyek PLTM Lodagung (2X650) kW milik Perum Jasa Tirta I.

Kedepan, Barata Indonesia pun berharap, proyek-proyek pembangkit listrik yang menggunakan energi baru-terbarukan semakin menjamur, sehingga tercapai kedautan energi nasional yang bebasis energi baru-terbarukan.