Curhat Nelayan Soal Rusus dari Pemerintah


WE Online, Jakarta

Sepanjang tahun 2015-2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun sebanyak 17.491 rumah khusus untuk daerah-daerah perbatasan, guru, tenaga medis, daerah tertinggal, pulau terluar, masyarakat nelayan dan pemuka agama. Tahun 2018, akan dibangun lagi 4.550 unit Rusus.

Salah seorang nelayan yang menempati Rusus, Wahidin, menuturkan, dulu sebelum tinggal di rumah khusus, dirinya tinggal di rumah adat.

“Dulu, kan, tempat tinggal cuma satu kamar, sedangkan keluarga saya, kan, banyak. Sekarang, alhamdulillah sudah ada bantuan rumah dari Pemerintah Presiden Jokowi melalui Kementerian PUPR,” kata Wahidin dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (14/5/2018).

Menurutnya, rumah yang dibangun kokoh, layak pakai, rapih, gentingnya bagus, dan kamarnya ada 2.

“Saya menerima rumah tersebut dengan cuma-cuma, tidak dipungut biaya sepeser pun. Saya berharap seluruh nelayan Indonesia jangan berkecil hati, terus semangat melaut,” tutur Wahidin.

Nelayan lainnya yang menempati Rusus, Ono Mugiono, menuturkan dirinya bersyukur karena untuk menempati Rusus tersebut, dirinya tidak dipungut biaya.

“Saya lebih senang tinggal di Rusus yang sekarang daripada rumah yang dulu, jauh ke laut. Sekarang sudah dekat ke laut,” ungkap Ono.

Ono mengatakan, dirinya kini sudah tidak lagi memikirkan biaya renovasi rumah karena rumah yang sekarang ditempati sudah bagus.

“Rumah saya sudah bagus berkat pemberian Kementerian PUPR,” tutur Ono.

Ono berharap, ke depan, seluruh nelayan Indonesia mendapatkan perumahan seperti dirinya. 

Related Posts

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Pelajari segala hal tentang Jenjang SKK Konstruksi, termasuk manfaatnya, perpanjangan, syarat administrasi, level, dan cara ceknya. Gaivo Consulting m...