Ditarget Rampung 2018, Progres Normalisasi Kali Pepe Solo 82,8%


WE Online, Jakarta

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan normalisasi Kali Pepe sebagai salah satu upaya pengendalian banjir Kota Solo. Progres pekerjaan di Kali Pepe Hulu hingga awal Juni mencapai 82,83% atau lebih cepat dari rencana sebesar 79,83%. Sementara itu, progres pekerjaan Kali Pepe Hilir mencapai 92,55% atau lebih cepat dari rencana 87,56%.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan, dalam penanggulangan banjir, di samping pembangunan infrastruktur fisik, juga diperlukan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai.

“Selain itu, penanganan banjir di Kota Solo harus dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir yang sudah dimulai sejak 2016,” tutur Basuki dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (22/6/2018).

Penanganan Kali Pepe dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai(BBWS) Bengawan Solo Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) melalui dua paket pekerjaan, yakni Kali Pepe Hulu dan Kali Pepe Hilir. Penanganan Kali Pepe Hulu memberi manfaat mengurangi risiko banjir seluas kurang lebih 230 hektar di Kecamatan Pasar Kliwon dan Jebres. Sementara di daerah hilir akan mengurangi risiko genangan banjir seluas kurang lebih 80 hektar di Kecamatan Banjarsari, Pasar Kliwon, dan Laweyan. 

Kegiatan yang dilakukan di Kali Pepe Hulu di antaranya yakni normalisasi dan revetment sepanjang 1.566 meter; rehabilitasi Bendung Karet Tirtonadi sepanjang 60 meter; pekerjaan rumah genset Bendung Tirtonadi; dan pembersihan hulu bendung (Manahan dan Nusukan); serta normalisasi Kali Gajah Bendung Karet Tirtonadi yang merupakan sebuah long storage sepanjang 5.010 meter, yang setelah rehabilitasi kapasitas tampung akan bertambah menjadi 1 juta m3.

Konstruksi pekerjaan di Kali Pepe Hulu dilakukan oleh PT Basuki Rahmanta Putra dengan nilai kontrak Rp121,45 miliar dengan kontrak tahun jamak 2016-2018. Sementara itu, kontraktor pelaksana pekerjaan Kali Pepe Hilir adalah PT Adhi Karya-PT Minarta (Kerja sama Operasi) dengan nilai kontrak sebesar Rp173,04 miliar dengan kontak tahun jamak 2016-2018.

Pekerjaan Kali Pepe Hilir di antaranya berupa pekerjaan tebing beton sepanjang 10.115 meter mulai dari Pintu Air Demangan hingga Jalan Merak VI, perbaikan pagar, dan pengerukan badan sungai.  

Pengendalian banjir Kota Solo sangat penting karena sebagai Kota Pusaka, Kota Solo banyak memiliki peninggalan budaya sebagai daerah tujuan wisata dan cagar budaya seperti Keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran.

Related Posts

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Pelajari segala hal tentang Jenjang SKK Konstruksi, termasuk manfaatnya, perpanjangan, syarat administrasi, level, dan cara ceknya. Gaivo Consulting m...