Kemenpupera dan Kemenlu Berikan Pelatihan Infrastruktur Bagi Insinyur Afghanistan


WE Online, Jakarta

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) dan Kementerian Luar Negeri menyelenggarakan kegiatan International Workshop on Infrastructure Development for Afghanistan: “Sharing The Best Practices To Achieve Sustainable Development Goals” (SDGs) yang berlangsung 27-31 Agustus 2018 di Jakarta.

Direktur Kerjasama Teknik, Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Mohammad Syarif Alatas, saat membuka acara tersebut mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut kunjungan Presiden Joko Widodo ke Afghanistan pada tanggal 29 Januari 2018.

“Kunjungan Presiden Joko Widodo menunjukan bahwa Indonesia memiliki komitmen kuat dalam membantu pembangunan Afghanistan,” ujar Mohammad Syarif Alatas, di Jakarta, Senin (27/08/2018).

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Lolly Martina Martief, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Jalan, Perumahan, Permukiman, dan Pengembangan  Infrastruktur Wilayah, Thomas Setiabudi Aden, menyampaikan melalui kerjasama pelatihan ini  akan menjadi pondasi untuk kerjasama yang lebih meningkat di masa depan serta merupakan simbol persahabatan antara masyarakat Indonesia dengan Afghanistan.

“Selain Afghanistan, Kemenpupera juga pernah memberikan pelatihan konstruksi kepada negara Timor Leste dan Palestina,” ujar Thomas sesuai dengan sambutan yang ditulis Lolly Martina Martief.

Dalam rilis Kemenpupera mengatakan Indonesia akan berbagi pengalaman dan metode dalam pembangunan infrastruktur khususnya di bidang jalan, mulai dari kebijakan, manajemen konstruksi, skema kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dalam pembangunan jalan dan penyusunan studi kelayakan jalan tol. Narasumber adalah para ahli yang berasal dari Kemenpupera, Komite Percepatan Penyediaan infrastruktur Prioritas (KPPIP), PT. Jasa Marga, dan BUMN Karya yakni PT. Waskita Karya dan PT. Wika Beton. 

PT. Waskita Karya akan berbagi pengalaman mengenai proses pembangunan Jembatan Kalikuto dan PT. Wika Beton mengenai teknologi konstruksi dan pengaspalan jalan. Para peserta juga akan melakukan kunjungan lapangan ke proyek konstruksi jalan tol. 

Pihak Kemenpupera mengharapkan kerjasama Indonesia dan Afghanistan terus meningkat di masa mendatang dengan bidang yang lebih luas seperti pertanian, pendidikan, perdagangan, dan sektor konstruksi. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen dan partisipasi aktif Indonesia mempromosikan kerjasama teknik dalam rangka Kerjasama Selatan-Selatan. Selain itu sebagai sesama negara berkembang merupakan upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDGs).

Related Posts

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Pelajari segala hal tentang Jenjang SKK Konstruksi, termasuk manfaatnya, perpanjangan, syarat administrasi, level, dan cara ceknya. Gaivo Consulting m...