Minta Anggaran Rp137 Triliun, PUPR Cuma Dikasih Segini


WE Online, Jakarta

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan pagu indikatif untuk Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp103,87 triliun. Jumlah ini lebih kecil dari pagu usulan sebesar Rp137,48 triliun.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengungkapkan anggaran tersebut akan digunakan untuk melanjutkan atau menyelesaikan beberapa Proyek Strategis Nasional serta  menuntaskan capaian target rencana strategis (Renstra) atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Basuki menambahkan bahwa dari pagu indikatif sebesar Rp103,87 triliun tersebut diperuntukan untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air sebesar Rp 38,8 triliun, pembangunan konektivitas Rp38,8 triliun, pembinaan dan pengembangan infrastruktur permukiman Rp15,6 triliun, perumahan Rp8 triliun dan sisanya untuk perencanaan, pengawasan, pengembangan inovasi teknologi dan layanan manajemen.

Baca Juga: Kementerian PUPR Targetkan Transaksi Tol Nirsentuh Terwujud 2020

Untuk infrastruktur SDA, salah satu Proyek Strategis Nasional yang akan dilanjutkan pada tahun 2020 yakni pembangunan bendungan. Pada kurun waktu 2015-2019, Kementerian PUPR memprogramkan pembangunan 65 bendungan, dimana sebanyak 29 bendungan selesai, sementara untuk keseluruhan ditargetkan akan selesai tahun 2023.

“Tidak hanya bendungan, Kementerian PUPR juga membangun jaringan irigasinya termasuk bendungan lama yang belum ada jaringan irigasinya juga akan kita bangun,” jelasnya di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Baca Juga: Pejabat Kementerian PUPR Didakwa Terima Suap Rp4,9 Miliar

Dalam pembangunan konektivitas, Kementerian PUPR akan melanjutkan pembangunan jalan sepanjang 601 Km diantaranya di perbatasan di Kalimantan, NTT, dan Papua, jalan trans Papua, dan lintas selatan-selatan Jawa.  Rehabilitasi dan rekonstruksi jalan sepanjang 5.344 Km akan dikerjakan pada tahun 2020 antara lain ruas jalan Bts. Serawak–Aruk–Sp. Tanjung–Galing & Temajuk–Merbau  (Kalbar), Celikah-Kayu Agung (Sumsel), Taniwel–Saleman (Maluku), dan Tawaeli–Nupabomba–Kebon Kopi (Sulteng) yang beberapa waktu lalu mengalami longsor.

Terkait program perumahan untuk mendukung Program Satu Juta Rumah, Kementerian PUPR menargetkan tahun 2020 pembangunan Rumah Susun dengan jumlah unit satuan Rusun 5.224 unit, rumah swadaya berupa pembangunan baru 20.000 unit dan peningkatan kualitas 156.000 unit, rumah khusus 2.000 unit serta bantuan prasarana sarana utilitas (PSU). 

Related Posts

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Pelajari segala hal tentang Jenjang SKK Konstruksi, termasuk manfaatnya, perpanjangan, syarat administrasi, level, dan cara ceknya. Gaivo Consulting m...