MUFG Tandatangani Perjanjian Pinjaman dan Monetisasi Aset dengan Hutama Karya


WE Online, Nusa Dua

MUFG Bank, Ltd. (MUFG) pada 11 Oktober 2018 lalu telah melakukan penandatanganan perjanjian pinjaman dan monetisasi aset dengan PT Hutama Karya (Persero), salah satu perusahaan konstruksi milik negara di Indonesia. Perjanjian pinjaman dan monetisasi aset yang ditandatangani pada acara Indonesia Investment Forum 2018 di Nusa Dua, Bali ini merupakan bagian dari dukungan MUFG terkait pembangunan jalan tol Trans-Sumatera yang juga merupakan salah satu proyek infrastruktur strategis pemerintah Indonesia.

Penandatanganan perjanjian ini turut disaksikan oleh Menteri Kordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

Managing Director & Head of Global Corporate & Institutional Banking for Indonesia MUFG,  Pancaran Affendi, menjelaskan, perjanjian ini merupakan bukti nyata upaya MUFG dalam mendorong pertumbuhan pembangunan Indonesia melalui berbagai proyek infrastruktur.

“Kami bangga menjadi satu-satunya kantor cabang bank asing yang menjadi bagian dalam penandatanganan ini. MUFG terus mempercayai prospek pertumbuhan Indonesia dan sudah merupakan komitmen kami untuk selalu mendukung Indonesia untuk terus maju,” ujar Pancaran Affendi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Lebih lanjut, Pancaran mengatakan, Ia berterima kasih kepada Hutama Karya untuk kepercayaannya kepada MUFG. Penandatanganan ini juga melengkapi peringatan lima puluh tahun berdirinya kantor cabang MUFG di Indonesia.

“Kami berharap hal ini akan menunjukkan pada pemerintah, bangsa, dan para nasabah kami, bahwa kami akan selalu menjadi mitra terpercaya bagi kisah sukses Indonesia,” ungkap Pancaran.

Sebelumnya, MUFG telah menjadi bagian dalam mendukung berbagai proyek infrastruktur strategis pemerintah Indonesia, seperti dukungan pendanaan bagi pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda, proyek light rail transit di Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II, dan proyek-proyek lainnya.

Penandatanganan perjanjian tersebut secara resmi dilakukan bersama dengan berbagai kesepakatan investasi lainnya oleh beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada acara Indonesia Investment Forum, bersamaan dengan Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia 2018.

Related Posts

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Pelajari segala hal tentang Jenjang SKK Konstruksi, termasuk manfaatnya, perpanjangan, syarat administrasi, level, dan cara ceknya. Gaivo Consulting m...