Pengerjaan Proyek Makassar New Port Bakal Dievaluasi


WE Online, Makassar

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan akan mengevaluasi pengerjaan proyek Makassar New Port (MNP). Evaluasi dilakukan lantaran pengerjaan megaproyek tahap I tersebut cenderung berjalan lambat.

Nanti kita lihat, kenapa itu sampai terjadi,” kata Luhut di Makassar, Kamis kemarin (16/2/2017).

Luhut mengatakan proyek MNP diharapkan mampu menunjang program tol laut pemerintahan Jokowi. Bila megaproyek tersebut rampung maka kapal-kapal bertonase besar bisa merapat ke Kota Daeng. Tentunya, hal itu juga sangat menunjang kebijakan direct call. “Untuk sekarang Makassar sudah 600 ribu TEU’s dan ditargetkan nanti bisa mencapai tiga juta TEU’s,” ucapnya.

Proyek MNP diketahui merupakan salah satu infrastruktur pelabuhan yang dibangun oleh PT Pelindo IV yang masuk dalam daftar Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional sesuai dengan Perpres No3/2016. Hingga kini pengerjaan fisik MNP masih berada di bawah 50% yang mana target pengoperasian untuk tahap pertama pada 2018 mendatang.

Proyek MNP yang di-groundbreaking oleh Presiden Joko Widodo pada Mei 2015 silam itu terbagi dalam dua tahapan utama dan terbagi dalam beberapa fase untuk setiap tahapannya. Pengerjaan fisik MNP tahap pertama fase A masih berada pada posisi 32,74% fase B sebesar 2,94% serta fase C sebesar 10%.

Sebelumnya, Sekretaris Perusahaan Pelindo IV Baharuddin M menyatakan pihaknya terus menggenjot pengerjaan proyek MNP tahap I yang menelan anggaran Rp1,8 triliun.

“Kami tetap mengebut pengerjaan proyek MNP agar bisa selesai sesuai target waktu yang ditetapkan,” kata Baharuddin, belum lama ini.

Baharuddin melanjutkan keberadaan ranjau peninggalan perang di area proyek tidak akan menghentikan proses pengerjaan. Kontraktor tetap melakukan pengerjaan ke bagian pekerjaan lainnya. Dengan begitu, tidak ada proses pekerjaan pada megaproyek tersebut yang terhenti.

Per Oktober 2016 Pelindo IV telah melakukan proses pekerjaan proyek MNP untuk Paket B dan C dengan pagu anggaran masing-masing sebesar Rp1,06 triliun dan Rp228 miliar. Adapun, proyek MNP Paket B kegiatannya meliputi reklamasi seluas kurang lebih 13 hektare, causeway kurang lebih 1.276 meter, lapangan container kurang lebih 16 hektare, dan pengerukan kolam pelabuhan minimal draft -16,0 mLWS. Sedangkan untuk Paket C berupa pembangunan Breakwater sepanjang 1.310 meter.

Proyek ini sengaja dibangun secara paket agar dapat dilakukan serentak. Dengan begitu, lanjut Baharuddin, penyelesaian proyek lebih cepat dan dilakukan secara terus-menerus. Proyek MNP tahap I ditargetkan selesai pada pertengahan 2018. Secara detail, total investasi untuk tahap I A sebesar Rp326 miliar, paket I B menyerap anggaran sebesar Rp1,06 triliun, sedangkan untuk paket I C mencapai Rp228 miliar.

Tahun lalu Pelindo IV telah merampungkan paket I A yang terdiri dari pekerjaan pembangunan akses jalan, dermaga, dan lapangan penumpukan petikemas. Secara keseluruhan, tahap I direncanakan memiliki kapasitas terpasang mencapai 1,5 juta TEUs sedangkan tahap II akan memiliki kapasitas hingga 2 juta TEUs.

Related Posts

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Pelajari segala hal tentang Jenjang SKK Konstruksi, termasuk manfaatnya, perpanjangan, syarat administrasi, level, dan cara ceknya. Gaivo Consulting m...