PUPR Anggarkan Rp80,9 M untuk KSPN Tanjung Lesung


WE Online, Jakarta

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun infrastruktur untuk mengembangkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Tanjung Lesung, Provinsi Banten. Pembangunan KSPN Tanjung Lesung dilakukan sejak tahun 2016 hingga 2018 dengan total anggaran sebesar Rp80,9 miliar melalui Ditjen Cipta Karya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menuturkan, dengan kedua penetapan tersebut, kawasan Tanjung Lesung direncanakan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Banten bagian selatan.

“Pembangunan kawasan pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu dengan infrastruktur, terutama  jalan, sanitasi, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk berdasarkan rencana induk pembangunan infrastruktur,” urai Basuki dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (25/7/201).

Basuki berharap kualitas infrastruktur yang lebih baik membuat waktu tinggal wisatatan bisa lebih panjang. Tanjung Lesung merupakan salah satu dari 10 KSPN prioritas yang ditetapkan Pemerintah untuk dikembangkan dan salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

KSPN Tanjung Lesung berada di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang yang berjarak sekitar 128 km dari Jakarta. Di samping mendukung semakin banyak kunjungan wisatawan ke Pantai Tanjung Lesung, Kementerian PUPR juga mengembangkan wisata berbasis pembangunan desa dan ekonomi kerakyatan.

Potensi batik Cikadu dan agrowisata salak purus didorong melalui pengembangan Kampung Wisata Cikadu agar bisa menjadi destinasi pariwisata baru. 

Infrastruktur yang dibangun di zona utama Kampung Wisata Cikadu berupa amphiteater, taman bermain, dan restoran apung. Selain itu, di kawasan pendukung dibangun gerbang kawasan-boulevard, plaza, pendopo, dan pelataran parkir, pendopo, dan galeri batik dan kerajinan dengan anggaran Rp40 miliar. Selain itu, juga dibangun ruang tebuka hijau berupa lapangan sepak bola dan area pejalan kaki dengan anggaran Rp9,4 miliar. 

Infrastruktur untuk mendukung penyehatan lingkungan juga disediakan berupa toilet wisata, tempat pengelolaan sampah dengan prinsip reuse, reduce, dan recycle (TPS 3R), dan MCK Komunal dengan total anggaran Rp11 miliar. Untuk memenuhi kebutuhan air minum, dibangun sistem penyediaan air minum (SPAM) dengan nilai Rp19,88 miliar.

Di samping itu dilakukan peningkatan konektivitas oleh Kementerian PUPR dengan meningkatkan kondisi jalan nasional yang lebih mantap menuju kawasan tersebut serta pembangunan jalan tol Serang-Panimbang sepanjang 83,6 km. 

Related Posts

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Pelajari segala hal tentang Jenjang SKK Konstruksi, termasuk manfaatnya, perpanjangan, syarat administrasi, level, dan cara ceknya. Gaivo Consulting m...