SERTIFIKAT KEAHLIAN (SKA) adalah sertifikat yang diterbitkan LPJK dan diberikan kepada tenaga ahli konstruksi yang telah memenuhi persyaratan kompetensi berdasarkan disiplin keilmuan, kefungsian dan/ atau keahlian tertentu. SKA Ahli Muda adalah salah satu tingkatan dalam sertifikasi keahlian konstruksi yang dinaungi oleh LPJK. SKA tersebut dikeluarkan diajukan melalui asosiasi profesi jasa konstruksi atau instansi lain yang telah diakreditasi LPJK.

contoh SKA Ahli Muda
contoh SKA Ahli Muda

Setiap perusahaan jasa pelaksana konstruksi yang ingin mengajukan permohonan sertifikasi dan registrasi badan usaha dan mendapatkan Sertifikat Badan Usaha (SBU) untuk golongan Kecil (K1, K2 atau K3) harus memiliki tenaga kerja bersertifikat keterampilan (SKT) sebagai persyaratan untuk dapat ditetapkan sebagai Penanggung Jawab Teknik (PJT).

SKA Ahli Muda Digital

Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) telah mencanangkan pengembangan baru sistem sertifikasi berbasis digital untuk memperkuat sistem sertifikasi di sektor konstruksi melalui Sistem Keterbukaan Informasi (SIKI) untuk Sertifikasi dan Registrasi Sertifikat Badan Usaha (SBU), Sertifikat Keahlian (SKA) dan Sertifikat  Keterampilan (SKT) Elektronik.

Wakil Ketua LPJK, Fretindo mengatakan, pengembangan baru berbasis digital tersebut salah satunya untuk mempermudah proses lelang bagi para pelaku jasa kontruksi atau perusahaan jasa kontruksi. Pasalnya, sistem yang digunakan tidak lagi berbentuk fisik melainkan sudah berbasis digital.

“Ini merupakan perpindahan atau imigrasi dari pada sertifikasi berbentuk fisik menjadi sertifikasi digitalisasi. Sistem ini ketika dalam proses lelang nantinya, panitia lelang maupun peserta lelang cukup scan barcode yang tertera di tiap sertifikat melalui handphone, jadi tidak menggunakan media fisik lagi seperti kertas dan nanti di scan barcode akan terlihat apakah sertifikat itu palsu atau tidak,” ungkap Fretindo. Sistem ini merupakan himbauan sekaligus intruksi berdasarkan surat edaran Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) nomor 6 tahun 2019.

Selain itu langkan ini untuk menuju building profesionalisme atau bagian dari penertiban, sekaligus antisipasi pemalsuan sertifikat yang selama ini diduga marak terjadi di lapangan.

Perusahaan maupun pelaku jasa kontruksi harus melakukan sertifikasi konversi digital. Pihaknya sangat menyarangkan apabila ada perusahaan yang tidak melakukan konversi digital berdasarkan surat edaran Kementrian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang nomor 6 tahun 2019.

Untuk mengambil sertifikasi SKA Ahli Muda, Anda harus memiliki pengalaman minimal 3 tahun atau bisa mengambil sertifikasi SKA Ahli Muda setelah 3 tahun dari tahun kelulusan.

SKA Ahli Muda dipersyaratkan bagi perusahaan yang berkualifikasi Menengah (M1), dengan nilai modal disetor yang tercantum dalam AKTA atau nilai kekayaan dalam SIUP senilai DIATAS Rp. 500 juta hingga Rp. 10 Milyar.

Jurusan yang bisa dipersyaratkan

Tidak semua jurusan teknik dapat mengambil semua jenis SKA. Jika Anda sekolah teknik sipil, Akan ada banyak sertifikat SKA yang bisa anda ambil. Selengkapnya cek SKA berdasarkan jurusan kuliah.

Anda membutuhkan SKA? Segera Hubungi kami