Barata Indonesia Garap Proyek PLTM Senilai Rp216 Miliar


WE Online, Jakarta

PT Barata Indonesia (Persero) kembali mendapatkan kontrak untuk mengerjakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM). Kali ini Barata Indonesia mendapatkan proyek untuk mengerjakan PLTM Sisira (2 X 4,9) MW di Kecamatan Parlilitan, Sumatera Utara.

Kepastian pembangunan tersebut didapat setelah dilakukan penandatanganan kontrak yang dilakukan antara PT Barata Indonesia (Persero) yang diwakili oleh Pgs. Direktur Utama PT Barata Indonesia, Tony Budi Santosa, dengan pihak PT Energi Alam Sentosa (anak perusahaan PT Terregra Asia Energy Tbk) yang bergerak di bidang energi terbarukan, yang diwakili oleh Iwan Sugiarjo.

Proyek yang menelan biaya Rp216 miliar tersebut merupakan Turnkey Project yang dikerjakan oleh Barata Indonesia.

Pgs. Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero), Tony Budi Santosa, mengatakan bahwa proyek-proyek pembangkit listrik yang menggunakan energi baru-terbarukan memang menjadi salah satu fokus utama Barata Indonesia.

Selain memiliki pengalaman yang cukup panjang di bidang PLTM, energi baru-terbarukan juga sesuai arah kebijakan masa depan dari Pemerintah yakni menyediakan Energi yang bersih dan ramah bagi lingkungan.

“Karena itu kami berharap dukungan dari semua pihak termasuk dari pemerimtah untuk memperbanyak dan juga mempermudah regulasi yang berhubungan dengan proyek pembangkit listrik energi baru terbarukan,” ujar Tony dalam keterangannya, Kamis (15/11/2018).

Tony melanjutkan, PLTM yang merupakan renewable energy merupakan salah satu concern bisnis Barata Indonesia. Energi baru terbarukan merupakan alternatif dalam penyediaan energi yang harus semakin digalakkan karena Energi fosil akan semakin habis suatu saat.

“Dari sisi posisi sebagai kontraktor, Barata Indonesia tentu saja semakin berkesempatan untuk meningkatkan lokal konten, serta turut mewujudkan program National Capacity Building (Membangun Kapasitas Nasional) dari Pemerintah,” imbuh Tony.

Sebelum mendapatkan kontrak PLTM Sisira (2X4,9) MW, awal Januari lalu perusahaan yang berkantorlusat di Gresik tersebut juga memperoleh kontrak PLTM Batang Toru 3 (2X5) MW di Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir Barata Indonesia juga telah menyelesaikan beberapa proyek PLTM, seperti PLTM Walessi 500 kW, PLTM Kayu Aro 950 kW, PLTM Lodagung (2 X 650)kW serta Penstock untuk PLTM Parmonangan (2 X 4.5) MW. Yang terakhir,Barata Indonesia juga telah menyelesaikan proyek PLTM Lodagung (2X650) kW milik Perum Jasa Tirta I.

Kedepan, Barata Indonesia pun berharap, proyek-proyek pembangkit listrik yang menggunakan energi baru-terbarukan semakin menjamur, sehingga tercapai kedautan energi nasional yang bebasis energi baru-terbarukan.

2 Holding BUMN Ini Janji Tak Bakal Garap Proyek di Bawah Rp100 Miliar


WE Online, Jakarta

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan bakal membentuk dua holding lagi sebelum menutup 2018. Holding tersebut adalah sektor infrastruktur serta perumahan dan pengembangan kawasan.

Dalam holding infrastruktur, PT Hutama Karya (Persero) akan menjadi induk holding. Sementara PT Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Persero) atau Perumnas akan menjadi induk di sektor perumahan dan pengembangan kawasan.

Direktur Utama Hutama Karya, Bintang Perbowo menegaskan bahwa holding ini tidak akan mengambil proyek-proyek kecil yang memiliki nilai di bawah Rp100 miliar dan tidak akan mematikan para pemain lokal.

“Kalau mematikan usaha di daerah, tidak. Karena sebelum Holding BUMN dibentuk, BUMN konstruksi tidak boleh mengambil proyek di bawah Rp100 miliar. Kami mencoba membangun tender besar. Biasanya penugasan yang besar di mana swasta tidak tertarik,” jelas Bintang di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Bintang melanjutkan, kala para perusahaan nasional tersebut menggarap berbagai proyek, justru para subkontraktor berasal dari swasta setempat.

“Jangan salah, di bawah pengerjaan, subkontraktor yang bekerja di sana, hampir semuanya swasta setempat. Kami tidak akan mematikan,” tegasnya.

“Bahkan kami membina kontraktor swasta bekerja sama sebagai mitra bisnis dan meningkatkan kualitasnya, termasuk mutu juga menjadi suatu kesatuan. Supaya yang mereka hasilkan sesuai dengan spek yang ditentukan,” lanjutnya.

Di mana diketahui sebelumnya, beberapa pihak seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menuding bahwa BUMN khususnya yang bergerak di infrastruktur atau karya, kerap mengerjakan tender dengan nilai besar maupun kecil. Dari hal ini, tentunya akan kembali memunculkan kekhawatiran akan dominasi BUMN yang makin menjadi-jadi.

Bahkan sebelumnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengimbau perusahaan pelat merah tidak ikut dalam lelang proyek yang memiliki nilai di bawah Rp100 miliar. Imbauan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan perusahaan konstruksi nasional.

Tanggapan Menhub Soal Bandara Soekarno-Hatta Masuk Top 10 Megahub Dunia


WE Online, Jakarta

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengapresiasi pencapaian Bandara Internasional Soekarno Hatta yang dinobatkan oleh OAG Megahubs International Index 2018, sebagai bandara Megahub dengan indeks konektivitas internasional terbaik ke-10 dari 50 bandara Internasional terbaik di dunia.

“Saya apresiasi atas pencapaian yang diraih Bandara Internasional Soekarno Hatta. Bandara yang memang kita harapkan menjadi bandara megahub yang memiliki konektivitas baik itu domestik maupun Internasional. Ini sangat membanggakan Indonesia,” ujar Menhub dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Menhub mengatakan, pihaknya akan terus mendorong dan meningkatkan kapasitas Bandara Internasional Soekarno Hatta dengan membangun runway 3 dan terminal 4.

“Kita harapkan dengan dibangunnya runway 3 dan terminal 4 dapat memberikan daya dukung konektivitas yang lebih tinggi lagi dan akan lebih naik lagi peringkatnya,” lanjutnya.

Menurut rilis dari OAG Megahubs International Index 2018, penilaian indeks konektivitas internasional ini dihasilkan dengan membandingkan jumlah koneksi terjadwal dari penerbangan internasional, dengan jumlah destinasi yang dilayani oleh bandara. Bandara Internasional Soekarno Hatta meraih Indeks konektivitas sebesar 249 poin dengan dominasi maskapai Garuda Indonesia yang melayani penerbangan Internasional sebesar 28%.

Dari 10 list terbaik ini, Peringkat pertama diraih oleh Bandara Internasional Heathrow London Inggris, dengan indeks konektivitas sebesar 333 poin. Disusul peringkat di bawahnya, Bandara Internasional O’Hare Amerika Serikat (306poin), Frankfurt Jerman (302 poin), Amsterdam Belanda (286), Pearson Toronto Kanada (271), BI Los Angeles AS (257), Atlanta AS (256), Changi Singapura (253), Paris-Charles D Gaulle Prancis (250), dan Soekarno Hatta Indonesia (249).

Di bawah Indonesia, terdapat beberapa bandara internasional di dunia diantaranya seperti Munchen Jerman, Kuala Lumpur Malaysia, dan Hong Kong.

Angkasa Pura II Hadirkan Fitur Baru di Indonesia Airports Apps


WE Online, Jakarta

PT Angkasa Pura II (Persero) kembali memanjakan customer-nya dengan fitur-fitur baru yang ada di Indonesia Airports Apps (IA App). Kali ini Angkasa Pura II menghadirkan fitur notification.

Fitur ini memberikan notifikasi push dan popup di smartphone pelanggan bandara terkait dengan informasi situasi terkini tentang situasi operasional di Bandara bandara yang dikelola AP II, seperti pemberitahuan sedang dilakukan maintenance fasilitas skytrain, perpindahan airlines, kepadatan arus lalu lintas dari dan menuju bandara, dll.

Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, mengatakan, fitur baru di Indonesia Airports App ini diharapkan lebih memanjakan pengguna bandara secara nyata, serta meningkatkan level pelayanan AP II kepada para customer.

Saat ini berbagai penambahan fasilitas di Bandara Soekarno-Hatta seperti pembangunan eastcross taxiway dan pembangunan runway ke 3 yang bisa berdampak kepada traffic menuju/dari Bandara Soekarno-Hatta dan mengganggu kenyamanan bagi customer.

“Diharapkan dengan hadirnya fitur baru di IA App ini masyarakat dapat lebih mengetahui informasi terkait operasional bandara yang akan digunakan sehingga dapat mempersiapkan diri akan datang lebih awal dari jam keberangkatan”, jelas Awaluddin dalam keterangannya, (20/11/2018).

Adapun fitur-fitur lainnya IA App yang bisa dimanfaatkan oleh para customer untuk proses on journey dan juga post journey dimana penumpang dapat melihat detail penerbangan mereka berikut dimana gate keberangkatannya dan juga penumpang dapat mem-book tiket taksi serta dapat melihat jadwal bus, skytrain, shuttle bus, memesan layanan parkir inap dan juga jadwal layanan kereta bandara merupakan fitur-fitur yang ada pada IA App.

Hadirnya fitur-fitur terbaru IA App ini salah satu upaya AP II untuk peningkatan pelayanan kepada seluruh customer AP II di platform mobile termasuk generasi milenial yang memiliki mobilitas tinggi, selalu ingin terhubung dengan informasi terbaru, terus eksis dalam bersosialisasi digital, dan senantiasa mengandalkan dukungan teknologi untuk setiap aktivitas serta produktivitasnya.

13.126 Pengunjung Ramaikan Konstruksi Indonesia 2018


WE Online, Jakarta

Konstruksi Indonesia (KI) 2018 yang diadakan berdampingan dengan Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2018 dan Intertraffic Indonesia 2018 sukses membukukan 13,126 pengunjung acara. Ajang konstruksi terbesar dan terlengkap ini diadakan selama 3 hari, dari tanggal 31 Oktober–2 November 2018, di Jakarta International Expo, Kemayoran.

Nino Gruettke, CEO of Tarsus Asia mengatakan, konstruksi Indonesia 2018 merupakan satu-satunya ajang konstruksi di Indonesia yang sejalan dengan visi pemerintahan untuk masa depan industri konstruksi. Sebagai penyelenggara acara ini, Tarsus Indonesia merasa sangat terhormat untuk dapat dipercayai oleh pemerintah untuk menghadirkan acara yang dapat memajukan sektor dan industri konstruksi di Indonesia.

“Kami sangat berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah mendukung kami dengan meresmikan acara ini, serta Kementerian PUPR dan LPJKN yang telah membantu kami sejak awal acara ini direncanakan,” ujar Nino dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Pembukaan Acara

Dalam sesi sambutan pembukanya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan, pembangunan infrastruktur dilakukan tidak hanya untuk mendukung kemajuan ekonomi di berbagai wilayah, namun juga hal tersebut untuk menyatukan seluruh Indonesia.

Dalam pembukaan acara, Jokowi juga mengapresiasi program sertifikasi oleh Kementerian PUPR dan LPJKN. Total ada 10.000 sertifikasi yang dibagikan kepada pekerja konstruksi terlatih dan terampil.

“Setiap pekerja harus punya sertifikasi. Saya akan bilang ke Kementerian PUPR bahwa tahun depan jumlahnya harus 10 kali lipat”, tambah Jokowi.

Terakhir, Jokowi berterima kasih kepada para pekerja konstruksi yang hadir.

“Terima kasih atas segala kerja keras bapak dan ibu semuanya. Tanpa bapak dan ibu semua, pembangunan infrastruktur masif ini tidak akan berjalan.”

Statistik Konstruksi Indonesia 2018

Selain sukses menarik perhatian 13,126 pengunjung, KI 2018 juga sukses menghadirkan konferensi dan workshop gratis selama 3 hari ajang berlangsung dengan partisipan sebanyak 1,986 peserta workshop dan 499 peserta konferensi. Fokus utama program ini adalah sosialisasi pentingnya prinsip K3 konstruksi guna mengurangi kecelakaan konstruksi dan menciptakan pekerjaan konstruksi yang aman.

Syarif Burhanuddin, Direktur Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia juga berpartisipasi dalam salah satu fitur acara KI 2018 lainnya, yaitu pertemuan bilateral dengan Lembaga Pengembangan Industri Konstruksi Malaysia, Kedutaan Besar Australia, Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT), Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia, Kedutaan Besar India, KADIN India (ICC), Kedutaan Besar China, serta asosiasi dan perusahaan China lainnya.

“Melalui pertemuan bilateral ini, Kementerian PUPR menyoroti peluang industri konstruksi Indonesia yang terbuka lebar untuk sektor swasta dan investor asing,” ujarnya.

KI 2018 lebih lanjut mendorong pertemuan bisnis di ajang ini melalui Global Meeting Program (GMP). Program ini menghubungkan para peserta pameran dengan ribuan calon pembeli pada saat sebelum acara berlangsung. Sebanyak 326 pertemuan bisnis terealisasi dari 1,356 pengguna GMP aktif selama acara berlangsung.

William Owen, Portfolio Director of Konstruksi Indonesia 2018 menutup, peran sektor swasta dalam membangun industri infrastruktur dan konstruksi di Indonesia sangat penting seperti yang sebelumnya telah dikatakan oleh pemerintah.

“Dengan membawa acara ini, kami mengundang para stakeholders untuk turut serta dalam mendukung pemerintah membangun industri konstruksi di Indonesia,” pungkasnya.

Angkasa Pura II Bakal Tingkatkan Pelayanan Skytrain Bandara Soekarno-Hatta


WE Online, Jakarta

PT Angkasa Pura II (Persero) menanggapi adanya gangguan operasional serta pemeliharaan skytrain Bandara Soekarno-Hatta yang terjadi beberapa waktu lalu. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengelola Bandar Udara tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang yang menggunakan fasilitas skytrain.

Terjadinya hal tersebut, pihaknya akan terus berupaya memperbaiki dan memaksimalkan pelayanan bagi para penumpang ke depannya.

Angkasa Pura II selalu berupaya melakukan peningkatan dalam pelayanan kepada penumpang. Salah satu upaya peningkatan pelayanan tersebut adalah dengan menjalankan Sistem pengoperasian Skytrain yang akan menjalankan pengoperasian full OCC (Operation Command Center) untuk meningkatkan waktu tempuh (headway) skytrain yang semula 15 menit menjadi hanya 5 menit saja pada awal tahun 2019 dengan menggunakan minimal 3 trainset dari 6 trainset yang dimiliki.

“Kami terus meningkatkan pelayanan dengan selalu diiringi oleh kajian serta evaluasi berkala demi keamanan dan kenyamanan para penumpang,” jelas Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, (21/11/2018).

Keselamatan penumpang merupakan prioritas utama PT Angkasa Pura II (Persero), dengan kapasitas dan waktu tempuh yang terus ditingkatkan, diharapkan penumpang akan dapat lebih nyaman merasakan pelayanan yang diberikan PT Angkasa Pura II (Persero).

Skytrain sendiri merupakan moda transportasi tanpa awak dengan menggunakan sistem automated guideway transit yang pertama di Indonesia. Saat ini telah beroperasi skytrain dengan dual track pada lintasan sepanjang 3 km.

Kedepannya pengoperasian skytrain akan dilengkapi dengan track yang diperpanjang sampai ke Terminal 4 dan area komersial Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan sistem pengoperasian yang akan dijalankan secara otomatis.

Berhentinya Proyek Kereta Cepat & LRT Diyakini Mampu Atasi Kemacetan Tol Japek


WE Online, Jakarta

Pemerintah telah mengambil kebijakan untuk melakukan pengaturan waktu (management time) pengerjaan tiga proyek yang tengah dikerjakan di sepanjang tol Jakarta-Cikampek, terutama di area-area tertentu yang tingkat kemacetannya tinggi.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Hengki Angkasawan, dilakukannya kebijakan tersebut sehubungan dengan upaya mengurangi kemacetan yang terjadi di Tol Jakarta – Cikampek (Japek).

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Beli Tiket KAI yang Perlu Anda Ketahui

“Pada dasarnya kami minta kepada pelaksana tiga proyek ini untuk secara bergantian melakukan pengerjaan proyek di area-area yang tingkat kemacetannya tinggi dengan melakukan manajemen waktu dan lokasi. Jadi pengerjaan tiga proyek tersebut tidak dilakukan secara bersama-sama,” jelas Hengki dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Seperti diketahui, adanya beberapa pembangunan Proyek Strategis Nasional di lintas Tol Jakarta-Cikampek seperti pembangunan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek, Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, dan LRT Jabodebek, berdampak pada meningkatnya kemacetan lalu-lintas di jalan tol tersebut.

Hengki menjelaskan, pengaturan pengerjaan proyek yaitu dengan menghentikan sementara pengerjaan proyek kereta cepat dan LRT Jabodebek yang sedang dikerjakan di area tol japek antara Kilometer 11 sampai dengan 17.

Dengan pertimbangan, kedua proyek tersebut memiliki waktu pengerjaan yang lebih panjang dari waktu target penyelesasian daripada Tol elevated. Kemudian, berdasarkan laporan dari Jasa Marga dan Kepolisian, jalan tol japek antara kilometer 11 s.d 17 merupakan area yang sering mengalami kemacetan cukup tinggi.

“Jadi permintaan penghentian proyek hanya dilakukan di area tertentu japek di sepanjang kurang lebih 5 kilometer saja yang dianggap sering mengalami kemacetan,” ujarnya.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, pemerintah juga telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengurangi tingkat kemacetan di tol Japek. Diantaranya dengan kebijakan pemerlakukan ganjil-genap di gerbang tol Bekasi Barat, Bekasi Timur dan sedang disosialisasikan di GT Tambun.

Kemudian, pembatasan jam operasional angkutan barang golongan III, IV dan V yang melintas di Tol Japek, serta pemberlakuan lajur khusus angkutan bus di tol yang berlaku setiap Senin sampai Jum’at pukul 06.00–09.00 WIB kecuali hari libur nasional.

Jokowi Bangga Dana Desa Bisa Bangun Jalan Ratusan Kilometer


WE Online, Semarang

Presiden Joko Widodo mengatakan dana desa yang telah dikucurkan pemerintah sejak 2015 telah berhasil membangun 123.000 kilometer jalan desa.

“Data saya, seluruh Indoensia jalan desa ada 123 ribu kilometer, panjang sekali,” kata Jokowi saat bicara dalam acara Sarasehan Pengelolaan Dana Desa Se-Jawa Tengah Tahun 2019 di Semarang, Kamis.

Jokowi mengungkapkan pada 2015 dana desa yang telah dikucurkan senilai Rp20 triliun, tahun 2016 naik menjadi Rp47 triliun, pada 2017 menjadi Rp60 triliun, dan 2018 Rp60 triliun, serta 2019 kembali naik menjadi Rp70 triliun.

Kepala Negara mengatakan empat tahun ke belakang dana desa yang dikucurkan sudah pakai untuk infrastruktur.

“Silahkan gunakan untuk bangun jembatan, jalan desa, irigasi, embung. Kita tahu hasilnya,” katanya.

Selain untuk bangun jalan, Jokowi juga menyebut dana esa telah digunakan membangun 11.500 posyandu, 18.000 PAUD, 6.500 pasar desa, 791 ribu meter jembatan, 28 ribu unit irigasi, sebanyak 1.900 embung, dan 26.700 kegiatan BUMDes.

“Artinya menetas dananya. Ada hasil kongkrit, tapi masih ada kebutuhan, maka Jangan tercecer banyak tempat dan nggak menetas barangnya,” katanya.

Presiden mengingatkan bahwa penggunaan dana desa harus tepat sasaran dan bisa mendorong kesejahteaan rakyatnya.

“Sekali lagi dana ini tembakannya harus tepat. Infrastruktur sudah, PAUD, Posyandu. Ke depan yang ingin dibangun masuk ke hal yang berkaitan ekonomi, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan inovasi,” katanya.

Proyek LRT dan Kereta Cepat Ditunda, Macet Berkurang?


WE Online, Jakarta

Ekonom dari Universitas Indonesia (UI), Lana Soelistianingsih menuturkan bahwa penundaan sementara pembangunan kereta ringan (LRT) dan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung tidak akan menimbulkan masalah karena bertujuan mengurangi volume kendaraan di jalur tol Jakarta-Cikampek (Japek).

“Tidak masalah menunda sementara LRT Jabodetabek dan kereta cepat Jakarta-Bandung hingga Lebaran tahun depan. Karena macet lebih dari lima jam bahkan puluhan jam itu mengganggu distribusi barang dan high cost perjalanan,” ujar Lana saat dihubungi di Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Beli Tiket KAI yang Perlu Anda Ketahui

Ia mengatakan, jalur Japek itu terdapat tiga proyek besar, yaitu tol layang Jakarta-Cikampek, LRT Jabodetabek, dan kereta cepat Jakarta-Bandung yang dibangun secara bersamaan. Jalan tol tersebut juga menjadi jalur pengiriman pasokan bahan pangan, seperti sayuran atau beras dari Bandung ke Jakarta.

“Bila barang-barang tersebut kosong di pasaran, tentu akan menyebabkan harga bahan pangan tersebut meningkat,” imbuh Lana.

Di samping itu, sambungnya, investor asing dari Jepang dan Korea Selatan justru terbantu dengan penundaan kedua proyek tersebut.

Selain itu, waktu tempuh ke lokasi kerja lebih cepat dibanding ketika proyek-proyek tersebut masih berjalan. Sebab, jalur tol ini merupakan jalan utama menuju lokasi kawasan industri.

Bila dikaitkan dengan pendanaan pemerintah, ia menegaskan bahwa penundaan kedua proyek itu tidak ada kaitannya.

“Pendanaan pemerintah itu, baik karena penerimaan pajak dan bea cukai itu lebih tinggi dibanding tahun lalu, yakni 15-17% (year on year/yoy), termasuk penerimaan bukan pajak juga naik,” ujar Kepala Riset Samuel Aset Manajemen.

“Saldo penerimaan rekening pemerintah di Bank Indonesia dan bank komersial juga menunjukkan kenaikan. Saldo yang meningkat itu memerlihatkan bahwa pemerintah memiliki pemasukan,” tukas Lana.

Investasi Marunda Terganjal, Pokja IV Akan Bawa ke Ratas Presiden


WE Online, Jakarta

Pokja IV Satgas Percepatan Percepatan Paket Kebijakan Ekonomi mengungkapkan telah melakukan rapat yang digelar di Kemenko Perekonomian. Rapat itu membahas penyelesaian berbagai hambatan investasi yang dihadapi mitra swasta, dan melibatkan pemerintah, khususnya Kementerian BUMN.

Ketua Pokja IV, Yasona Laoly mengatakan penyelesaian beberapa kasus telah membuahkan rekomendasi. Hanya saja, tegasnya, rekomendasi itu belum dapat dieksekusi karena terhambat, salah satunya masalah di Kementerian BUMN.

Yasona yang juga menjabat Menteri Hukum dan HAM mengungkapkan, salah satu kasus sengketa investasi yang melibatkan mitra swasta dan Kementerian BUMN adalah persoalan PT Karya Citra Nusantara (KCN).

“Kami akan mengundang semua pihak secara khusus untuk mencari solusi terakhir,” tegasnya.

Di sisi lain, jika masih tetap berlarut, Pokja IV melalui Satgas akan membawa penyelesaian tersebut ke tingkat lebih tinggi.

“Kalau kasus KCN tidak selesai juga karena ini melibatkan antarswasta, antarlembaga pemerintah, dalam hal ini Kemenhub dan Kementerian BUMN, maka kami akan bawa ke ratas bersama presiden,” ujar Yasona.

Sebagai catatan, KCN merupakan usaha patungan antara PT Karya Tekhnik Utama (KTU) dan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) yang merupakan BUMN. KTU telah memenangkan tender pengembangan kawasan C01 Marunda yang digelar KBN pada 2004.

Setahun kemudian pascatender, KTU dan KBN bersepakat membentuk usaha patungan dengan restu pemilik saham BUMN dan Gubernur DKI Jakarta. Mengacu kajian kelayakan LPM UGM pada 2003, KBN mendapat porsi kepemilikkan tidak lebih dari 20%, dan hanya menyetor bibir pantai sepanjang 1.700 meter dari Cakung Drain hingga Sungai Blencong.

Sebaliknya, KTU harus membiayai seluruh investasi pembangunan pelabuhan Marunda yang diperuntukkan untuk terminal umum dan curah. KCN akan menggarap pelabuhan yang terdiri dari Pier 1, Pier 2, dan Pier 3.

Setelah pembangunan Pier 1 hampir rampung, dan 50% Pier 2 direalisasikan dengan menelan investasi triliunan, pada 2013 direksi baru KBN menuntut kepemilikkan saham mayoritas. KTU menolak, sehingga berbuntut aksi sepihak KBN yang menutup akses Pelabuhan Marunda.

Belakangan, KBN melayangkan gugatan perdata di PN Jakarta Utara. Agustus lalu, PN Jakarta Utara memenangkan gugatan perdata yang menyeret KCN, Kemenhub, dan KTU terkait pembatalan konsesi Pelabuhan Marunda, serta klaim kepemilikkan aset pelabuhan.

“Kami telah menyusun rekomendasi dan mendorong keduanya mengajukan proposal damai, tetapi KBN tidak pernah hadir, bahkan tidak mematuhi rekomendasi tersebut. Sehingga, upaya penyelesaian dari Pokja IV terhambat, malah sekarang jadi persoalan hukum yang membenturkan antarlembaga pemerintah, Kemenhub dan Kementerian BUMN,” tutup Yasona.