Cara Menentukan KBLI yang Tepat untuk Usaha Anda
Mulai dari aktivitas yang benar-benar Anda lakukan, bukan dari nama marketing. Berikut urutan ringkas agar KBLI, NIB, dan rencana izin saling konsisten.
1. Tuliskan alur kegiatan usaha
Pecah menjadi kegiatan utama (penghasil revenue terbesar) dan kegiatan pendukung. Contoh: jasa konstruksi sebagai utama, sewa alat sebagai pendukung—masing-masing bisa punya KBLI berbeda jika memang operasionalnya terpisah secara nyata.
2. Cocokkan dengan deskripsi KBLI
Baca uraian resmi pada kode yang kira-kira cocok. Jika dua kode tampak mirip, bandingkan cakupan exclusion/inclusion pada level grup yang lebih tinggi.
Gunakan pencarian kata kunci pada daftar KBLI, lalu saring hasil yang paling dekat dengan deliverable Anda ke pelanggan.
3. Selaraskan dengan dokumen dan kontrak
Proposal, kontrak, dan invoice sebaiknya memuat layanan yang selaras dengan KBLI. Ketidakkonsistenan sering menjadi sinyal risiko saat verifikasi mitra atau instansi.
4. Reviu setelah ekspansi usaha
Penambahan lini bisnis, cabang, atau joint operation bisa membutuhkan KBLI tambahan. Lakukan reviu berkala agar data OSS tetap mencerminkan kondisi terkini.
Pertanyaan yang sering diajukan
Lanjut baca
Rujukan resmi (KBLI & regulasi)
Untuk rujukan resmi terkait klasifikasi KBLI, perizinan berbasis OSS, serta dasar hukum/regulasi, berikut tautan ke situs pemerintah dan organisasi standar internasional yang relevan.
Perizinan & layanan pemerintah
Rujukan regulasi
Standar nasional & internasional (konteks sertifikasi)
- BSN — Badan Standardisasi Nasional
- KAN — Komite Akreditasi Nasional
- ISO — International Organization for Standardization
- IEC — International Electrotechnical Commission
- IAF — International Accreditation Forum
- ILAC — International Laboratory Accreditation Cooperation
- UN ISIC — klasifikasi internasional (referensi)
- ISO store — dokumen standar resmi
Tautan mengarah ke situs pihak ketiga; isi dan kebijakan privasi mengikuti masing-masing penyedia.