Di Kukar, Menteri Jonan Resmikan Fasilitas Produksi Lapangan Jangkrik


WE Online, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

Ignasius Jonan selaku Menteri ESDM meresmikan fasilitas produksi lapangan gas Jangkrik, di area Fasilitas Penerimaan Darat (Onshore Receiving Facility/ORF) yang berlokasi di Kelurahan Handil Baru, Kabupaten Samboja, Provinsi Kalimantan Timur, Selasa siang (31/10/2017).

Fasilitas produksi lapangan Jangkrik merupakan bagian integrasi dari proyek pengembangan Kompleks Jangkrik yang dioperasikan oleh Eni Muara Bakau selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Produksi gas dari Jangkrik akan memasok LNG ke pasar domestik dan juga pasar ekspor, sehingga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kebutuhan energi Indonesia. Pengembangan fasilitas migas yang terintegrasi ini menjadi bukti bahwa minat investasi di hulu migas menarik dan akan mendorong pengembangan perekonomian daerah dan nasional.

Sebelumnya, untuk memastikan produksi lapangan gas Jangkrik berjalan sesuai target, pada tanggal 11 Juni 2017 lalu, Jonan pun melakukan peninjauan langsung ke Unit Produksi Terapung (Floating Production Unit/FPU), Jangkrik di Blok Muara Bakau, lepas pantai cekungan Kutei, Selat Makasar, Kalimantan Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Jonan menungkapkan bahwa pengoperasian FPU Jangkrik menjadi bukti bahwa saat ini Indonesia tetap mampu mengembangkan lapangan migas baru “FPU Jangkrik yang on stream tangal 26 Mei 2017 ini bukti kita mampu kembangkan lapangan migas baru, dan kita akan selalu melakukannya,” ujar Jonan.

Jonan juga mengapresiasi atas upaya efisiensi dan waktu operasional yang lebih cepat dari 4 tahun menjadi 3,5 tahun.

” Tadinya 450 mmcfd tapi produksi sekarang ini 605-607 mmcfd. Ini capaian yang luar biasa dan saya terima kasih,” ungkap Jonan dalam sambutannya.

Dengan tambahan produksi lapangan gas Jangkrik ini ada tambahan lifting sekitar 5 persen secara nasional. “Tambah 5 persen ini sulit. Sampai 2019 kita coba tambah 10 persen dari blok-blok lain,” ungkapnya.

Kepala SKK Migas Amin Sunaryadi menyebutkan efisien yang dilakukan Eni Indonesia dalam produksi lapangan Jangkrik sekitar USD 4 juta. “Efisiensi sekitar USD 4 juta,” tuturnya dalam keterangan pers usai meninjau area Fasilitas produksi lapangan Jangkrik.

ENI resmi menjadi operator Blok Muara Bakau pada tahun 2002. Blok Muara Bakau terletak di lepas pantai cekungan Kutei sekitar 70 km dari garis pantai Kalimantan Timur.

Hadir pada peresmian fasilitas produksi lapangan gas Jangkrik yakni Pimpinan Eni Indonesia, plt Bupati Kukar Edi Damansyah, Asisten II Pemerintah Provinsi Kaltim Ikhwansyah, Perwakilan Total Indonesia, PGN Saka.

Related Posts

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Pelajari segala hal tentang Jenjang SKK Konstruksi, termasuk manfaatnya, perpanjangan, syarat administrasi, level, dan cara ceknya. Gaivo Consulting m...