Kementerian PUPR Dukung Labuan Bajo Bebas Limbah Plastik


WE Online, Labuan Bajo

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) menyerahkan satu unit mesin pencacah plastik kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Mesin tersebut akan mendukung penerapan teknologi aspal plastik dan mendukung pengurangan sampah di kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Labuan Bajo. 

Penyerahan dilakukan Kepala Balitbang PUPR Danis H. Sumadilaga kepada Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula. Mesin pencacah yang diserahkan merupakan hasil inovasi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada bekerja sama dengan BUMN PT Barata Indonesia untuk produksi massalnya. 

“Upaya ini bertujuan mengurangi sampah kantong plastik dengan mengolahnya menjadi bahan campuran aspal,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Ditambahkannya, Kementerian PUPR akan membeli ratusan mesin tersebut untuk kemudian diserahkan kepada Pemerintah Daerah agar teknologi aspal plastik dapat diaplikasikan secara luas. 

Danis H. Sumadilaga mengatakan, Balitbang Kementerian PUPR sebelumnya telah melakukan uji coba di beberapa lokasi dan dinilai berhasil yakni di Jakarta, Makassar, Bekasi, Denpasar, jalan tol Tangerang-Merak, dan Surabaya.

“Hasilnya stabilitas (aspal) lebih tinggi, lebih kokoh, dan tidak beracun,” tambah Danis.

Menurutnya, penggunaan aspal plastik akan membantu mengurangi limbah plastik yang mendominasi sampah di laut Indonesia. Di sisi lain, limbah plastik kresek kini memiliki nilai ekonomi yang cukup baik.

“Yang terpenting adalah bagaimana plastik kresek yang semula tidak ada nilainya kini bisa dimanfaatkan. Harganya bervariasi mulai dari Rp2.000 sampai Rp4.000 per kg. Dengan adanya mesin pencacah ini muncul demand yang hasilnya bisa dibeli untuk campuran aspal,” jelas Danis.

Untuk penerapan di NTT, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional X Kupang akan membangun jalan dengan menggunakan aspal campuran plastik pada ruas jalan sekitar Bandara Komodo sepanjang 9 km. 

“Porsi plastik 6% dari jumlah aspal. Untuk 1 km jalan dengan lebar 7 meter dan ketebalan 4 sentimeter, diperlukan sebanyak 4 ton plastik sehingga untuk 9 km panjang jalan diperlukan 36 ton,” jelasnya.  Mesin dirancang untuk memotong plastik hingga ukuran 1 sentimenter. 

Sementara Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah  bersama warga Labuan Bajo didukung Menko Kemaritiman berupaya untuk mengumpulkan sampah plastik hingga lima ton. Ibu-ibu di pasar sekarang sangat bersemangat mencari karena semua sampah plastik yang baru akan dibeli. 

“Sebenarnya, pekerjaan (mengumpulkan sampah plastik) tidak berat, tujuan utamanya bukan untuk aspal plastik, tapi untuk kelestarian kawasan pariwisata Labuan Bajo,” tandasnya.

Related Posts

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Pelajari segala hal tentang Jenjang SKK Konstruksi, termasuk manfaatnya, perpanjangan, syarat administrasi, level, dan cara ceknya. Gaivo Consulting m...