Penyediaan Infrastruktur Logistik Memadai Kerek Pertumbuhan Industri Nasional


WE Online, Jakarta

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan penyediaan infrastruktur logistik yang memadai akan mendorong pertumbuhan industri nasional. Hal ini lantaran pergerakan barang atau komoditas dari wilayah penghasil ke konsumen dapat dilakukan secara efektif dan efisien, katanya.

“Tantangan yang dihadapi Indonesia dalam memperkuat basis industri dalam negeri adalah tentang logistik. Apalagi Bapak Presiden Jokowi selalu menekankan proses dwelling time dapat dipercepat dan infrastruktur diperkuat,” kata Airlangga lewat keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (13/1/2017).

Airlangga menyampaikan hal tersebut pada acara sosialisasi peningkatan penggunaan angkutan peti kemas dengan kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok di Jakarta, Jumat. Untuk itu, Airlangga menyambut baik beroperasinya kembali jalur angkutan peti kemas dengan kereta api rute Gedebage, Bandung-Tanjung Priok, Jakarta yang dibangun atas kerja sama PT Kereta Api Indonesia dengan PT KA Logistik, anak perusahaan IPC PT Multi Terminal Indonesia dan PT Mitra Adira Utama.

“Akses kereta api ini sebenarnya telah ada sejak tahun 1990-an. Namun sempat berhenti dan akhirnya kembali beroperasi lagi pada Juni 2016,” ujarnya. Dengan demikian, menurut Airlangga, aktivitas para pengusaha khususnya di Jawa Barat dapat semakin mudah khususnya dalam proses pendistribusian.

“Jalur ini merupakan ‘dream comes true’ pengusaha di Jabar, karena beberapa waktu lalu baru sampai Pasoso dan sekarang sudah bisa sampai ke JICT. Alhamdulillah, ini sudah selesai,” paparnya. Airlangga juga mengungkapkan selama ini industri di Jawa Barat telah berkontribusi besar dalam perekonomian Indonesia karena 30 persen kawasan industri berlokasi di Jawa Barat.

“Hingga 2014, beberapa industri besar dan sedang di provinsi ini, antara lain industri makanan sebanyak 1.037 perusahaan, tekstil 851 perusahaan, pakaian jadi 740 perusahaan, kulit dan alas kaki 205 perusahaan, serta karet dan plastik 390 perusahaan,” katanya.

Airlangga mendorong pembangunan infrastruktur logistik di daerah strategis lainnya terutama di sentra-sentra industri. Misalnya dari Pelabuhan Kendal, yang juga bisa ditarik ke Tanjung Priok atau Tanjung Perak. Ini diperlukan agar ekonomi Jawa di bagian selatan dan utara berimbang.

Kementerian Perindustrian secara khusus mendorong agar sarana ini dapat pula digunakan oleh pelaku industri kecil dan menengah (IKM), karena sektor ini menjadi kunci utama bagi pembangunan inklusif dan pemerataan karena mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Langkah tersebut, menurut Airlangga, merupakan salah satu wujud pelaksanaan arahan Presiden Joko Widodo yang menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus dapat menciptakan pemerataan pendapatan. “Pemerataan pendapatan ini menjadi penting agar keseimbangan antar regional dapat tercapai agar seluruh kawasan Indonesia dapat berkembang dengan baik dan mendorong pemerataan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Masassya mengatakan secara bertahap akan melakukan perbaikan pelayanan petikemas. Salah satu caranya dengan memperbaiki layanan operasional dan penyediaan infrastruktur yang lebih baik.

“IPC (Pelindo II) mendukung peningkatan pemanfaatan angkutan kereta api Gedebage-Tanjung Priok sebagai salah satu opsi angkutan kargo petikemas yang aman, relatif ramah lingkungan dan terpercaya untuk meningkatkan konektivitas pelabuhan dengan hinterland dalam rangka integrasi maritim logistik yang Iebih baik,” paparnya.

Salah satu pelayanan yang dilakukan Pelindo II misalnya dengan mengembangkan akses kereta api rute Gedebage-Tanjung Priok. Hal itu untuk mendorong distribusi ke daerah tidak hanya menggunakan jalur darat saja tetapi juga menggunakan jalan kereta juga. “Kami mendorong agar distribusi ke daerah tujuan bukan hanya satu opsi dengan jalan darat tapi ada juga opsi lain yang menggunakan kereta api ke destinasi tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Edi Sukmoro menyatakan, pihaknya siap mengangkut dan melayani distribusi barang pada jalur petikemas Gedebage-Tanjung Priok. Guna melayani angkutan tersebut, perseroan mempersiapkan empat jadwal keberangkatan. Di sisi sarana, Edi menuturkan KAI menyiapkan gerbong datar 42 ton sebanyak 53 unit dan gerbong datar 46 ton sebanyak 14 unit (untuk high cuber). Lokomotif sebanyak dua unit plus satu unit cadang.

“Kapasitas volume per hari sebesar 120 TEU per hari atau setara 2.400 ton per hari. Karena ada masalah gradient atau ketinggian permukaan jalur yang cukup tinggi maka satu kali keberangkatan hanya mampu menarik 15 gerbong datar. Padahal kemampuan itu cukup 60 gerbong datar,” jelasnya. (Ant)

Related Posts

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Pelajari segala hal tentang Jenjang SKK Konstruksi, termasuk manfaatnya, perpanjangan, syarat administrasi, level, dan cara ceknya. Gaivo Consulting m...