Proyek Middle Ring Road di Makassar Rampung Maret


WE Online, Makassar

Proyek Middle Ring Road (MRR) di Kota Makassar, Sulsel, ditargetkan rampung pada Maret mendatang. Terlepas dari itu, pemerintah masih terus berusaha mengatasi kendala utama yakni pembebasan lahan. 
 
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, terjun langsung meninjau pengerjaan megaproyek yang akan menghubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Leimena, Selasa, (9/1/2018). Proyek itu memang diproyeksikan mampu mengurangi kemacetan di Kota Daeng. 
 
Di lokasi proyek MRR, Gubernur Syahrul tampak berbincang dengan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII Makassar, Miftachul Munir. Gubernur dua periode itu meminta pelaksana segera merampungkan pembangunan jalan MRR tersebut. 
 
“Proyek ini dibutuhkan oleh rakyat dan mendesak. Paling tidak, ini akan mengurai kemacetan yang ada sekitar Kampus Unhas, kawasan Daya dan kawasan Tello. Jika ini jadi, maka akan membuat akselerasi masyarakat lebih baik,” ujar mantan Bupati Gowa itu.
 
Gubernur Syahrul sendiri memang menaruh harap proyek MRR rampung Maret, atau sebulan sebelum ia mengakhiri masa jabatannya. Untuk itu, Gubernur Syahrul meminta BBPJN XIII Makassarn dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulsel bisa merampungkannya segera. 
 
Soal masalah pembebasan lahan, Gubernur Syahrul mengharapkan dicapai solusi terbaik. Dikatakan dia, jangan ada yang dirugikan, khususnya masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pendekatan persuasif. Bila memang mentok, maka melalui konsinyasi.
 
“Jika tidak bisa dilakukan lewat pendekatan, ya lewat pengadilan agar tidak menghambat proyek yang ada. Proyek ini bukan untuk orang tertentu tetapi untuk seluruh masyarakat,” tegas dia.
 
Kepala BBPJN XIII Makassar, Miftachul Munir, membenarkan masalah penuntasan proyek MRR terletak pada pembebasan lahan. Ia mengaku telah melaporkan dan memperlihatkan peta terkait kawasan yang belum dibebaskan kepada Gubernur Syahrul.
 
Diketahui, proyek MRR memiliki panjang keseluruhan 7,08 kilometer dan lebar rencana badan jalan mencapai 42 meter. Kebutuhan biaya konstruksi ditaksir Rp354 miliar, dan alokasi pada tahap satu sebesar Rp175 miliar, sehingga sisa biaya yang dibutuhkan Rp179 miliar. 
 
Progres pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan MRR dengan nilai kontrak Rp174 miliar lebih diberi target 3,05 kilometer. Kontrak proyek ini dilakukan pada 2015. Sesuai agenda, serah terima pertama pekerjaan/provisional hand over (PHO) semula pada 7 Mei 2018 menjadi 31 Agustus 2018. 

Related Posts

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Jenjang SKK Konstruksi LPJK

Pelajari segala hal tentang Jenjang SKK Konstruksi, termasuk manfaatnya, perpanjangan, syarat administrasi, level, dan cara ceknya. Gaivo Consulting m...