Bukti Kompetensi dalam sistem BNSP diklasifikasikan ke dalam tiga kategori berdasarkan sumbernya: Bukti Langsung adalah bukti yang diperoleh dari observasi langsung asesor terhadap kinerja asesi dalam situasi kerja nyata atau simulasi; Bukti Tidak Langsung adalah bukti yang diperoleh dari produk kerja atau dokumen yang dihasilkan asesi (laporan, portofolio, sertifikat pelatihan); dan Bukti Tambahan adalah bukti konfirmatif dari pihak ketiga seperti surat referensi atasan, testimoni rekan kerja, atau log book aktivitas kerja.
Hierarki validitas bukti menempatkan bukti langsung sebagai yang paling kuat karena paling sulit dipalsukan, diikuti bukti tidak langsung yang dapat diverifikasi, dan bukti tambahan sebagai penguat. Dalam merancang strategi asesmen, asesor yang baik mengutamakan pengumpulan bukti langsung untuk KUK yang bersifat kritikal dan menggunakan bukti tidak langsung serta tambahan untuk melengkapi pemenuhan KUK yang sifatnya lebih kontekstual atau historis. Konsultan yang mendampingi asesi perlu membantu mengidentifikasi dan mengorganisasikan ketiga jenis bukti ini secara strategis sesuai profil pengalaman kerja masing-masing individu.