Verifikasi Portofolio adalah proses yang dilakukan asesor untuk memastikan bahwa dokumen dan bukti yang diajukan asesi dalam portofolio adalah otentik, relevan, mutakhir, dan cukup untuk mendukung keputusan kompeten pada KUK yang diklaim. Verifikasi mencakup pengecekan keaslian dokumen (melalui konfirmasi ke pihak penerbit jika diperlukan), relevansi bukti dengan KUK yang ditarget, kebaruan bukti (apakah mencerminkan kompetensi yang masih relevan atau sudah usang), dan kecukupan bukti secara keseluruhan untuk mendukung keputusan asesmen yang sah.
Risiko terbesar dalam asesmen berbasis portofolio adalah pemalsuan atau fabrikasi dokumen—baik yang dilakukan asesi secara mandiri maupun yang difasilitasi oleh pihak yang berkepentingan. Asesor yang berpengalaman memiliki strategi verifikasi yang tidak dapat diantisipasi asesi: mengajukan pertanyaan mendalam tentang detail spesifik dokumen yang diajukan, meminta penjelasan tentang konteks proyek atau pekerjaan yang tercantum, atau melakukan cross-check antara klaim dalam portofolio dengan respons dalam sesi wawancara teknis. LSP yang tidak memiliki prosedur verifikasi portofolio yang ketat akan menghasilkan sertifikat yang tidak dapat dipercaya oleh industri.