Uji Kompetensi Berbasis Proyek adalah pendekatan asesmen di mana asesi diberikan tugas proyek yang komprehensif sebagai wahana pengumpulan bukti kompetensi untuk multiple unit sekaligus, menggantikan serangkaian uji kompetensi terpisah per unit. Proyek yang diberikan harus mencerminkan kondisi kerja nyata dengan kompleksitas yang memadai untuk memunculkan demonstrasi kompetensi dari berbagai unit yang ditarget, dan hasilnya dinilai menggunakan kombinasi FR.IA.01 (observasi proses) dan FR.IA.02 (penilaian produk akhir).
Uji kompetensi berbasis proyek memberikan pengalaman asesmen yang lebih autentik dan terintegrasi dibandingkan pengujian unit demi unit yang terpisah-pisah, karena dalam pekerjaan nyata kompetensi selalu diterapkan secara terintegrasi, bukan secara terisolasi per unit. Tantangan implementasinya adalah kebutuhan waktu yang lebih panjang dan kebutuhan TUK yang lebih kompleks. LSP yang mengembangkan pendekatan ini untuk sektor konstruksi, teknologi informasi, atau manufaktur mendapatkan pengakuan positif dari industri karena kesesuaian metode asesmen dengan cara kompetensi sesungguhnya diaplikasikan di dunia kerja yang terus berkembang.