Wawancara Teknis adalah metode pengumpulan bukti kompetensi di mana asesor mengajukan pertanyaan lisan yang terstruktur kepada asesi untuk menggali pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis yang relevan dengan unit kompetensi yang diujikan. Wawancara teknis sangat efektif untuk memverifikasi klaim dalam APL-02 atau portofolio yang tidak dapat diverifikasi melalui dokumen semata, serta untuk mengklarifikasi ambiguitas dalam bukti yang diajukan asesi. Instrumen wawancara yang digunakan asesor harus terstruktur dalam FR MUK yang relevan.
Kualitas wawancara teknis sangat bergantung pada kedalaman pengetahuan industri asesor—asesor yang tidak berpengalaman di bidang yang diujikan cenderung mengajukan pertanyaan permukaan yang mudah dijawab secara hafalan tanpa pemahaman nyata. Asesor yang berpengalaman menggunakan teknik probing: memulai dari pertanyaan umum kemudian mendalami aspek teknis yang spesifik, atau mengajukan skenario masalah yang memerlukan asesi untuk menunjukkan kemampuan analisis dan pemecahan masalah. Wawancara teknis yang dirancang dengan baik mampu membedakan antara asesi yang benar-benar kompeten dengan yang hanya menghafal teori dari modul pelatihan.