Kemenpupera Klaim Pembangunan Infrastruktur Turunkan Angka Kemiskinan


WE Online, Jakarta

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan infrastruktur di Tanah Air telah berhasil menurunkan angka kemiskinan.

“Sepanjang empat tahun membangun infrastruktur nasional, kemiskinan menurun dari 11,1 persen pada 2014 menjadi 9,28 persen pada 2018,” ujar Basuki dalam siaran pers di Jakarta, Minggu.

Pernyataan Basuki itu disampaikan dalam seminar nasional dan kuliah umum bagi mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama). Seminar tersebut dihadiri lebih dari 400 mahasiswa Pascasarjana Moestopo dari Program Studi Magister Manajemen, Magister Ilmu Administrasi, dan Magister Ilmu Komunikasi.

Basuki menambahkan tantangan infrastruktur yang dihadapi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebenarnya adalah mengatasi kesenjangan kawasan di wilayah Indonesia bagian barat dan timur, meningkatkan daya saing nasional, optimalisasi pemanfaatan sumber daya untuk mendukung kedaulatan pangan dan energi, serta mengurangi urbanisasi.

Dia menambahkan indeks gini menunjukkan penurunan dari 0,395 menjadi 0,380. Sementara Indeks Daya Saing Global dari ranking 50 menjadi ranking 36.

“Sasaran pembangunan infrastruktur PUPR adalah konektivitas Nusantara (jalan tol sepanjang 1.000 km, jalan nasional sepanjang 2.650 km, jembatan 30 km), ketahanan air dan pangan (65 waduk, 1 juta jaringan irigasi), perumahan (1 juta rumah), infrastruktur permukiman (air minum dan sanitasi layak).” Sementara itu, Rektor Universitas Prof Dr Moestopo (Beragama), Prof Dr Rudy Harjanto, MSn mengatakan seminar tersebut bertujuan untuk memberikan pencerahan kepada para mahasiswa.

“Indonesia mulai menunjukkan martabatnya dengan lompatan prestasi peringkat ke-empat Asia di bidang olahraga, yang kemudian akan diikuti lompatan prestasi di bidang kualitas sumberdaya manusia, dan kesejahteraan,” harap Rudy.

Integrasi Transaksi Tol JORR Berlaku Akhir September 2018


WE Online, Jakarta

Di sektor jalan tol, dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol dan mendukung sistem logistik nasional, pemerintah menerapkan kebijakan integrasi transaksi tol sebagai tahapan menuju transaksi tol menerus atau Multi-Lane Free Flow (MLFF) yang akan diberlakukan pada 2019.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, integrasi transaksi tol akan dilanjutkan pada ruas Jakarta Outer Ring Road (JORR). Utamanya ini bertujuan meningkatkan standar pelayanan jalan tol, seperti kemantapan jalan, kecepatan tempuh, dan antrean transaksi tol.

“Integrasi transaksi tol JORR bertujuan meningkatkan pelayanan dan mendukung sistem logistik nasional agar lebih efisien dan berdaya saing,” kata Basuki dalam rilis yang diterima redaksi Warta Ekonomi, Senin (17/9/2018).

Sosialisasi terus dilakukan sebelum diberlakukan, yakni paling lambat akhir bulan ini, September 2018. Transaksi tol setelah integrasi menjadi sistem terbuka, di mana pengguna tol hanya melakukan satu kali transaksi pada gerbang tol masuk (on-ramp payment).

Saat ini adalah sistem transaksi tertutup, di mana pengguna tol harus melakukan 2-3 kali transaksi untuk menggunakan tol JORR sepanjang 76 km yang terdiri dari 4 ruas tol dan dikelola oleh badan usaha jalan tol (BUJT) berbeda. 

Sebagai konsekuensi pemberlakuan integrasi tol, maka terjadi perubahan tarif. Tarif yang digunakan adalah tarif rata-rata ruas tol dikalikan dengan penggunaan rata-rata jalan tol. Untuk pengguna tol JORR jarak jauh akan diuntungkan dari perubahan tarif dibandingkan dengan pengguna tol jarak dekat. 

Basuki menggarisbawahi bahwa perubahan tarif telah dikalkulasi dengan saksama.

“Tidak ada kenaikan tarif terselubung yang akan meningkatkan pendapatan dan memberikan keuntungan tambahan bagi BUJT terkait,” tegasnya.

Integrasi transaksi tol sebelumnya diberlakukan di ruas tol Jakarta-Palimanan-Brebes Timur (2016), Jakarta-Tangerang-Merak (2017), Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) dan Tol Semarang seksi ABC (2018).

Berlaku Akhir Bulan Ini, Simak Perubahan Tarif JORR!


WE Online, Jakarta

Integrasi transaksi tol pada ruas Jakarta Outer Ring Road (JORR) akan diberlakukan paling lambat akhir September 2018. Konsekuensi atas pemberlakuan kebijakan ini, terjadi perubahan tarif penggunaan jalan tol tersebut.

Dalam rilis yang diterima redaksi Warta Ekonomi, Senin (17/9/2018), integrasi transaksi JORR akan dilakukan mulai dari seksi W1 (SS Penjaringan-Kebon Jeruk), seksi W2 Utara (Kebon Jeruk-Ulujami), seksi W2 Selatan (Ulujami-Pondok Pinang), seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini), seksi E1 (Taman Mini-Cikunir), seksi E2 (Cikunir-Cakung), seksi E3 (Cakung-Rorotan), jalan tol akses Tanjung Priok (Rorotan-Kebon Bawang), dan jalan tol Ulujami-Pondok Aren.

Setelah integrasi, penggunaan tol JORR sepanjang 76 km akan dikenakan satu tarif, yakni Rp15.000 untuk kendaraan golongan 1, kendaraan golongan 2 dan 3 dikenakan tarif sama sebesar Rp22.500, serta golongan 4 dan 5 membayar besaran tarif yang sama, yakni Rp30.000. 

Saat ini, untuk kendaraan dari Simpang Susun Penjaringan yang menuju tol akses Pelabuhan Tanjung Priok, golongan 1 membayar sebesar Rp34.000, sedangkan kendaraan golongan 5 sebesar Rp94.500.

Pemberlakuan integrasi JORR akan terjadi penurunan tarif tol, yaitu tarif golongan 1 turun sebesar Rp19.000, sedangkan golongan 5 turun sebesar Rp64.500.

Namun untuk pengguna jalan tol ruas Ulujami-Pondok Aren dari Bintaro Viaduct menuju Bintaro tetap membayar tarif tol Ulujami-Pondok Aren sebesar Rp3.000 untuk golongan 1. Sedangkan ruas tol Ulujami-Pondok Aren yang menuju Ulujami dikenakan tarif Rp15.000, atau naik Rp2.500 dari yang saat ini sebesar Rp12.500.

Waskita Beton Precast Cetak Pendapatan Rp5,02 T per Agustus 2018


WE Online, Jakarta

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan pendapatan usaha hingga Agustus 2018 sebesar Rp5,02 triliun dengan perolehan laba Rp892,32 miliar.

Sekretaris Perusahaan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), Ratna Ningrum mengatakan bahwa perseroan juga membukukan nilai kontrak baru per Agustus 2018 sebesar Rp4,08 triliun. 

“Kontrak baru ini berasal dari sejumlah proyek besar, antara lain addendum proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, Jalan Tol Cibitung-Cilincing, Jalan Tol Cimanggis-Cibitung, dan proyek lain,” ujarnya, dalam keterangan resmi, di Jakarta, Senin (17/9/2018). 

Selain itu, WSBP membukukan penerimaan termin sebesar Rp6,55 triliun per Agustus 2018. Penerimaan ini berasal dari proyek Jalan Tol Pemalang-Batang, Jalan Tol Batang-Semarang, Jalan Tol Pematang Panggang-Kayu Agung, Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), dan proyek lain. 

“Angka ini naik sebesar 364% dibanding penerimaan termin pada periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp1,41 triliun,” jelasnya. 

Menurutnya, penerimaan termin ini berasal dari beberapa proyek besar, yaitu proyek Jalan Tol Pasurian-Probolinggo, Pelabuhan Kuala Tanjung, Jalan Tol Manado-Bitung, LRT Palembang, Jalan Tol Solo-Kertosono, dan proyek lain.

“Dengan Kinerja yang positif ini, perusahaan pun memiliki strategi untuk memacu pertumbuhan, yaitu dengan melakukan diversifikasi produk ke lini bisnis pada proyek jalan dan jembatan, kereta api, residensial, dan energi. Kedua, WSBP melakukan ekspansi supply chain dengan mengakuisisi quarry, transporter, dan besi/baja masih dalam tahap feasibility study,” terangnya.

Tidak hanya itu, guna mendukung komitmen menciptakan inovasi produk dan meningkatkan kualitas produk, WSBP membangun sebuah pusat laboratorium di Karawang, yang terdiri dari tiga lantai dengan luas total 1,1 hektare dan luas bangunan 2.261 meter persegi.

Pembangunan lab ini merupakan langkah WSBP untuk melengkapi lab-lab yang sudah dimiliki sebelumnya di setiap Plant. 

“Lab ini diperuntukkan untuk kegiatan penelitian guna menunjang lahirnya produk dan inovasi agar dapat terus melaksanakan pembangunan proyek-proyek secara lebih maksimal,” pungkas Ratna.

Beroperasi 2019, Tol JORR 2 Perlancar Mobilitas Komuter dan Pangkas Biaya Logistik


WE Online, Jakarta

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 akan memberikan manfaat bagi kelancaran mobilitas komuter, baik dari Jakarta maupun kota-kota di sekitarnya.

Selain itu, Basuki mengatakan bahwa tol JORR 2 akan memperlancar distribusi, sehingga bisa menurunkan biaya logistik dan harga-harga bahan pokok. 

“Insya Allah pada 2019, JORR 2 akan siap dioperasikan, sehingga akan memperlancar mobilitas kaum urban dan meningkatkan aktivitas ekonomi,” ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Warta Ekonomi, Senin (17/9/2018).

Basuki baru-baru ini meninjau proyek pembangunan jalan tol Kunciran-Serpong di titik Simpang Susun Serpong. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proyek tersebut selesai sesuai target pada April 2019.

Progres pembangunan tol Kunciran-Serpong sepanjang 11,14 km sebagai bagian jaringan jalan tol Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR 2) tersebut sudah mencapai 66% per September 2018. Ruas ini akan terkoneksi dengan ruas tol Tangerang-Merak dan tol Jakarta-Serpong yang sudah beroperasi. 

Pembebasan lahan ruas tol ini mencapai 97% dan ditargetkan pada Oktober 2018 seluruhnya bisa dibayar menggunakan dana Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Saat ini ada delapan bidang tanah yang pembebasan lahannya masih belum selesai, yakni di tujuh bidang tanah di Kelurahan Pakujaya yang merupakan milik warga dan satu bidang tanah milik TNI di Kelurahan Pondok Jagung Timur di Tangerang Selatan.

Progres pembangunan proyek jalan tol Kunciran-Serpong paket I Kunciran-Parigi (6,72 km) dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencapai 63,4% dan progres paket II Parigi-Serpong (4,42 km) dikerjakan PT Adhi karya dan Acset (KSO) mencapai 71,82%. 

Pengusahaan tol ini dilakukan oleh PT Marga Trans Nusantara dengan nilai investasi Rp2,4 triliun. Kepemilikan sahamnya dipegang PT Jasa Marga Tbk sebesar 60%, PT Astratel Nusantara sebesar 30%, dan PT Transutama Arya Sejahtera 10%.

Pemerintah Lego 79 Proyek Infrastruktur di Pertemuan IMF-BW


WE Online, Jakarta

Pemerintah bakal mengoptimalkan pertemuan tahunan IMF-WB 2018 untuk mendorong pembangunan dan perekonomian nasional. Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian BUMN akan menawarkan 79 proyek infrastruktur dari 22 BUMN kepada para investor yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Adapun pertemuan tahunan IMF-WB akan berlangsung pada 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali. Diperkiraan sebanyak 19.800 peserta dimana 5.050 diantaranya anggota delegasi, baik dari mancanegara maupun Indonesia dan 14.750 peserta non delegasi, baik dari investor, swasta, akademisi, dan NGO akan hadir dalam pertemuan tersebut. Kemudian hadir pula sejumlah Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan dari 189 negara anggota.

“Kementrian BUMN akan terbitkan buku investasi yang opportunity-nya 42 miliar dolar AS dengan nilai project 86 miliar dolar AS. Buku itu menawarkan investasi di 79 proyek infrastruktur dari 22 BUMN, itu sdh lengkap informasinya bagi investor,” kata Staf Khusus I Kementerian BUMN, Sahala Lumban Gaol, di Jakarta, Senin (17/09/2018).

Dia mengatakan, ada sejumlah agenda yang dipersiapkan Kementerian BUMN dalam pertemuan tersebut untuk menarik minat investor.

“Kita akan melakukan seminar infratructure financing. Ada juga kegiatan grup meeting dan one to one. Jadi ini suatu hal yang kita kerjakan dan sudah ada empat BUMN kita yang akan lakukan one to one meeting. Seremonial project signing dari 6 bumn. Ini sudah sangat jelas,” ungkap Sahala.

Selain itu, melalui Indonesia Pavillion, pemerintah akan menunjukkan hasil pembangunan yang telah dicapai, bagaimana mendorong UMKM-UMKM di Indonesia, konektivitas yang telah dibangun, dan pembangunan jaringan komunikasi di Tanah Air.

“Ini monetum yang sangat berharga bagi kita dan negara karena pembangunan itu tidak pernah berhenti dan dari segi financing kita harapkan. Momentum ini tidak akan dilewatkan dan kita akan confirm para investor. Para investor akan melihat dalam pavillion Indonesia,” tukas Sahala.

Kemenpupera Bangun Inovasi IT yang Dukung Efisiensi Pasar Perumahan


WE Online, Jakarta

Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) bekerjasama dengan Bank Dunia dalam rangkaian peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2018. Kemenpupera menyebutkan beberapa inovasi teknologi informasi yang mendukung efisiensi pasar perumahan berdasarkan informasi supply-demand perumahan, dan efisiensi supply-chain dalam proses pembangunan perumahan.

Menteri Pupera, Basuki Hadimuljono, dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pupera, Anita Firmanti, pada “Workshop Disruptive Technology for Affordable Housing” di Jakarta, Senin (17/09/2018).

Disampaikan Anita, diharapkan workshop ini juga membahas teknologi dalam pemilihan material untuk membuat bangunan ramah lingkungan dan bisa mengurangi jejak karbon di bidang perumahan.

“Analisis mengenai lokasi yang bagus untuk mengembangkan fungsi perumahan dengan menggunakan pendekatan permodelan, serta pemanfaatan teknologi blockchain untuk mempermudah penyediaan lahan perumahan,” kata Anita.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan, Lana Winayanti, mengatakan, pemerintah saat ini sedang mengembangkan sistem informasi digital terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tentang informasi perumahan. Melalui sistem informasi itu diharapkan juga dapat menertibkan penyedia perumahan yang tidak mematuhi aturan serta alat untuk menganalisa fluktuasi harga perumahan.

“Selama ini masyarakat harus mencari informasi tentang perumahan dengan mengakses ke berbagai situs internet yang berbeda-beda. Adanya sistem terintegrasi ini dapat diketahui informasi mengenai penawaran dan permintaan dibidang perumahan. Pengembang tentu akan terbantu karena bisa mengetahui lokasi permintaan rumah yang tinggi,” kata Lana.

Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi AH mengatakan, sistem informasi bidang perumahan yang bekerjasama secara teknis dengan Bank Dunia itu diharapkan bisa rampung dalam tiga tahun ke depan. Menurutnya, kebutuhan teknologi untuk bidang perumahan sudah menjadi hal mutlak saat ini, baik untuk masyarakat maupun pengembang.

Hadir sebagai narasumber dalam diskusi panel yaitu CEO iBuild Lew Schulman,  Green Building Specialist IFC/EDGE Autif Sayyed, CEO Property Price Tag Cha-Ly Koh, Senior Urban Development Specialist World Bank Gayatri Singh, Managing Director Lenddo, AsiaPacific Mark Mackenzie dan Country BlockchainLeader,IBM Blockchain Andre Jenie.

Dapat Rp8,889 T, LMS Kembangkan Tol Cipali-Bangun Airport Link Tol BIJB Kertajati


WE Online, Jakarta

PT Lintas Marga Sedaya (LMS) menerima pembiayaan sindikasi sejumlah Rp8,889 triliun. Pembiayaan sindikasi ini akan digunakan untuk refinancing dan membiayai pembangunan Airport Link Tol BIJB Kertajati dari Jalan Tol Ruas Cikopo-Palimanan.

 

Presiden Direktur PT Lintas Marga Sedaya, Mohd Zulastri Mohd Amin berharap program pendanaan tersebut dapat memberikan fleksibilitas PT Lintas Marga Sedaya selaku operator Jalan Tol Cipali dalam meningkatkan pelayanannya. 

“Proyek pembangunan Airport Link menuju BIJB Kertajati dari Jalan Tol Ruas Cikopo-Palimanan diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat akses. Sehingga dapat meningkatkan jumlah penumpang serta perekonomian di sekitarnya,” kata dia dalam pernyataan resminya kepada redaksi Warta Ekonomi, Selasa (18/9/2018).

Executive Vice President Corporate Finance BCA Susiana Santoso selaku Mandated Lead Arranger and Bookrunners (MLAB) dan perwakilan para kreditur mengungkapkan, perbankan nasional, khususnya BCA, merasa perlu turut serta dalam pembangunan ruas tol yang tersambung langsung dengan Bandara Internasional Kertajati (Airport Link).

“Melalui pembiayaan ini, MLAB dan segenap kreditur lain berharap dapat memberikan multiplier effect secara langsung kepada masyarakat, sekaligus turut memberikan dampak signifikan dalam pembangunan infrastruktur yang digagas pemerintah,” jelasnya.

Pembiayaan sindikasi yang berjangka waktu 15 tahun ini diberikan oleh pihak perbankan dan lembaga keuangan nonperbankan.

Adapun kreditur yang terlibat, antara lain BCA sebagai MLAB, Agen Fasilitas, Agen Jaminan dan Agen Penampungan, Sarana Multi Infrastruktur, dan Bank Mandiri sebagai lead arranger, Bank Panin sebagai arranger, serta Indonesia Infastructure Finance, Bank BJB, Bank DKI dan Bank ICBC Indonesia sebagai partisipan.

Menteri Basuki Bahas Kerja Sama dengan Molit Korea di Bidang Infrastruktur


WE Online, Jakarta

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pupera), Basuki Hadimuljono, membahas kerjasama dengan Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea (Ministry of Land, Infrastructure and Transport/MOLIT), Kim Hyun Mee, di bidang infrastruktur PUPR yakni progres Bendungan Karian, proyek saluran pembawa air baku Karian-Serpong dan Manajemen Pemeliharaan Jembatan. 

Menteri Basuki mewakili Pemerintah Republik Indonesia menghadiri acara 1st ASEAN – Republic of Korea Infrastructure Ministers Meeting di Inter Continental Seoul COEX, Senin (17/09/2018).

Acara yang dibuka oleh , ini diikuti oleh sejumlah menteri-menteri infrastruktur se-ASEAN menekankan pentingnya kerjasama infrastruktur antar negara-negara ASEAN dengan Republik Korea.

Menteri Basuki menyampaikan mengenai perkembangan ekonomi Indonesia yang dapat tumbuh salah satunya didukung oleh pembangunan infrastruktur sebagai program prioritas empat tahun berjalan Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Acara ditutup dengan pembacaan Ministerial Declaration oleh Menteri MOLIT, Kim Hyun Mee. 

Menteri Basuki juga mengundang Pemerintah Korea mendukung program normalisasi & revitalisasi Sungai Ciliwung yang membelah Kota Jakarta. Ide ini terungkap saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke Korea dan berkesempatan meninjau Sungai Chonggyechon yang juga melintasi di pusat Kota Seoul dan kini menjadi unsur ruang publik yang esensial bagi warga Kota Seoul.

Pada pagi harinya, Menteri Basuki berkesempatan untuk mengunjungi 2 proyek kota baru yaitu Kota Baru Dongtan 2 dan Alphadom City. Kondisi kota Seoul yang metropolis, semakin padat penduduk dan tingginya harga rumah membuat pemerintah Korea Selatan melalui Land Housing (LH), sebuah Badan Usaha Milik Negara untuk melaksanakan proyek kota baru dengan konsep smart city. 

Selanjutnya kunjungan dilanjutkan ke Alphadome City, tidak terlalu jauh dari Dongtan 2. Disini Menteri Basuki bersama rombongan berdiskusi dengan pengelola Alphadome City mengenai dinamika perumahan rakyat di Korea dan Indonesia. 

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki yakni Dirjen Sumber Daya Air, Hari Suprayogi, Kepala Pusat Bendungan, Ni Made Sumiarsih, Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman, Edward Abdurrahman, Dirut PT. Adhi Karya, Budi Harto, Direktur Operasi PT Wika, Agung Budi Waskito, Direktur Wilayah Timur PT Hutama Karya, Sugeng Rochadi, dan Kepala Biro Komunikasi Publik, Endra S. Atmawidjaja.

Biaya Pembangunan Terowongan di Indonesia Dinilai Mahal


WE Online, Jakarta

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyartanto mengatakan bahwa kendala dalam pembangunan terowongan adalah biaya konstruksi yang relatif mahal. Biaya mencapai 2-7 kali lipat, bergantung pada metode konstruksi, dibandingkan dengan membangun jalan layang.

Padahal, pemanfaatan teknologi terowongan dibutuhkan Indonesia yang memiliki topografi beragam, yaitu umumnya terdiri dari dataran rendah, dataran tinggi, perbukitan dan pegunungan. Keberadaan terowongan dinilai akan mempersingkat jarak dibandingkan pembangunan jalan yang harus memutar perbukitan atau pegunungan.

“Oleh karena itu, pemilihan teknologi terowongan seperti cutting/embankment, jembatan dan terowongan menjadi hal yang menarik untuk didiskusikan. Kementerian PUPR akan mendorong inovasi teknologi terowongan,” kata saat membuka Seminar Nasional Terowongan yang berlangsung tanggal 17-18 September 2018, di Bandung.

Selain, itu, lanjutnya, pembangunan terowongan dihadapkan pada tantangan letak geografis Indonesia yang berada di jalur gempa, di mana terdapat sepanjang jalur tumbukan tektonik lempeng di beberapa pulau di Indonesia, seperti lempeng India-Australia, Eurasia, dan Pasifik.

 

Sugiyartanto mengatakan, salah satu terowongan yang saat ini tengah dibangun Kementerian PUPR adalah terowongan di Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 472 meter dengan diameter 14 meter. Pembangunan Terowongan Cisumdawu yang menembus bukit tersebut menggunakan teknologi metode New Austrian Tunneling Methods (NATM). 

Selain metode NATM, terdapat juga metode Tunneling Boring Machine (TBM) yang digunakan dalam pembangunan MRT Jakarta. Sebanyak empat unit TBM digunakan dalam melakukan penggalian terowongan yang menghubungkan jalur MRT Lebak Bulus-Bundaran HI-Setiabudi.

Pembangunan terowongan akan diterapkan pada pada ruas tol Padang-Pekanbaru sebanyak lima terowongan dengan total panjang 8,95 km yang menembus Pegunungan Bukit Barisan. Selain di infrastruktur jalan, terowongan saat ini juga banyak digunakan dalam pembangunan bendungan.