Corrosion Monitoring Location (CML) adalah titik pengukuran ketebalan yang telah ditentukan, ditandai secara permanen, dan secara reguler diukur menggunakan UTG atau metode pengukuran lainnya sebagai bagian dari program pemantauan korosi pada sistem perpipaan, tangki, dan peralatan proses industri. Penetapan CML didasarkan pada analisis aliran fluida, distribusi turbulensi, titik pengembunan, dan lokasi-lokasi yang secara historis mengalami laju korosi tertinggi. Program CML yang terstruktur adalah fondasi dari manajemen integritas aset berbasis data yang memungkinkan prediksi remaining life yang akurat.
Jumlah dan distribusi CML pada suatu sistem perpipaan atau peralatan harus cukup representatif untuk menangkap variasi laju korosi yang terjadi di berbagai lokasi—terlalu sedikit CML akan melewatkan area korosi lokal yang kritis, sementara terlalu banyak CML akan menghabiskan sumber daya inspeksi secara tidak efisien. Dalam praktik integritas aset Indonesia, CML sering kali tidak ditandai secara permanen dan data pengukuran tidak disimpan dalam sistem yang terstruktur, sehingga perbandingan data antar periode inspeksi tidak dapat dilakukan secara akurat. Konsultan yang membangun program CML untuk klien perlu menekankan pentingnya marking permanen yang tahan kondisi operasi dan sistem basis data sederhana yang dapat dikelola secara konsisten oleh tim inspeksi internal klien.