Asset Integrity Management (AIM) adalah sistem pengelolaan terstruktur yang memastikan seluruh aset fisik—peralatan, instalasi, dan infrastruktur kritis—dalam suatu fasilitas industri atau tambang beroperasi dalam kondisi yang aman dan sesuai dengan spesifikasi desain sepanjang siklus hidupnya, dari commissioning hingga decommissioning. AIM mengintegrasikan program pemeliharaan, inspeksi (termasuk NDT), monitoring kondisi, analisis kegagalan, dan manajemen suku cadang dalam satu framework yang memaksimalkan availability aset sekaligus menjaga keselamatan dan keandalan operasi. Standar referensi AIM mencakup PAS 55 dan ISO 55000 yang mengatur manajemen aset secara menyeluruh.
Kegagalan aset kritis—pompa dewatering yang rusak saat hujan lebat, sistem ventilasi tambang yang gagal saat konsentrasi gas tinggi, atau crane yang jatuh karena komponen yang aus melebihi batas—dapat mengakibatkan kecelakaan massal yang bisa dicegah dengan program AIM yang efektif. Dalam konteks HSE pertambangan dan industri proses, AIM bukan hanya fungsi teknik atau maintenance—ia adalah program keselamatan yang harus mendapat prioritas pendanaan dan perhatian manajemen yang setara dengan program K3 lainnya. Konsultan HSE yang mendampingi klien dalam membangun program AIM harus memastikan bahwa criticality ranking aset—yang menentukan intensitas pemeliharaan dan frekuensi inspeksi—didasarkan pada analisis risiko yang mencakup dimensi keselamatan secara eksplisit, bukan hanya dampak produksi dan biaya perbaikan.