MEP Coordination adalah proses penyelarasan desain sistem Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing di dalam model BIM untuk memastikan semua utilitas tersebut dapat terpasang tanpa saling berbenturan dan tetap memiliki akses untuk pemeliharaan. Mengingat kepadatan sistem utilitas pada bangunan gedung modern di kota-kota besar seperti Jakarta, koordinasi MEP menjadi fase paling menantang dalam BIM. Tanpa koordinasi digital yang matang, instalasi kabel tray, ducting AC, dan pipa sprinkler seringkali berebut ruang di plafon yang terbatas.
Praktisi di Indonesia menggunakan BIM untuk memodelkan jalur utilitas dengan presisi tinggi sesuai dengan standar SNI terkait keselamatan kebakaran dan instalasi listrik. Proses ini melibatkan pembuatan zona ruang kerja untuk pemeliharaan (maintenance clearance) agar teknisi nantinya dapat melakukan perbaikan tanpa terhalang pipa lain. Hasil dari koordinasi MEP yang sukses adalah set gambar shop drawing yang bebas konflik, yang secara langsung mempercepat durasi pengerjaan di lapangan dan meminimalkan pemborosan material akibat kesalahan potong atau pasang yang umum terjadi pada metode konvensional.