Motor Diesel Industri adalah mesin pembakaran dalam yang menggunakan bahan bakar solar (diesel) dengan kompresi tinggi sebagai penggerak utama untuk berbagai aplikasi industri—pompa, kompresor, generator, alat berat, kapal, dan mesin konstruksi. Komponen utama motor diesel mencakup: blok mesin dan silinder, piston dan connecting rod, crankshaft, sistem injeksi bahan bakar (fuel injection pump dan injector), turbocharger, sistem pendinginan (radiator, water pump, thermostat), sistem pelumasan (oil pump, oil filter, heat exchanger), dan sistem intake/exhaust. Riksa uji motor diesel sebagai penggerak utama instalasi stasioner dilaksanakan bersama dengan riksa uji sistem yang digerakkannya (genset, pompa industri).
Dari perspektif K3, risiko terbesar motor diesel industri meliputi: kebakaran akibat kebocoran bahan bakar di dekat komponen panas (manifold exhaust yang bisa mencapai suhu 500–700°C), gas buang yang mengandung CO dan particulate matter berbahaya terutama jika mesin tidak dalam kondisi tune-up yang baik, dan kegagalan mesin akibat overspeed jika governor rusak—kondisi yang dapat menyebabkan destruksi mesin secara tiba-tiba dan cedera pada personel di sekitarnya. Program pemeliharaan preventif motor diesel yang ketat—termasuk penggantian filter, analisis oli, dan pemeriksaan sistem injeksi sesuai interval yang ditetapkan pabrikan—adalah investasi keselamatan dan efisiensi yang paling cost-effective untuk aset bernilai tinggi ini.