Open BIM adalah pendekatan universal terhadap desain kolaboratif, realisasi, dan pengoperasian bangunan berdasarkan standar dan alur kerja terbuka. Inisiatif ini digagas oleh buildingSMART untuk memastikan bahwa semua pelaku industri dapat berbagi informasi secara transparan tanpa terikat pada perangkat lunak milik vendor tertentu. Di Indonesia, strategi Open BIM sangat penting untuk mendorong iklim kompetisi yang sehat di antara penyedia jasa konstruksi yang menggunakan berbagai perangkat lunak berbeda.
Secara praktis, Open BIM mengandalkan format pertukaran data seperti IFC dan BCF (BIM Collaboration Format). Hal ini memungkinkan arsitek, insinyur struktur, dan kontraktor untuk bekerja secara sinergis meskipun mereka menggunakan alat digital yang berbeda. Dengan mengadopsi prinsip Open BIM, risiko kehilangan data saat transfer antar aplikasi dapat diminimalisir, dan pemilik proyek memiliki kendali penuh atas data aset mereka dalam jangka panjang, terlepas dari perubahan lisensi atau ketersediaan perangkat lunak di masa depan.