BIM for Infrastructure (sering disebut CIM - Civil Information Modelling) merujuk pada penerapan metodologi BIM untuk proyek-proyek sipil seperti jalan, jembatan, bendungan, dan jaringan utilitas bawah tanah. Berbeda dengan BIM gedung, BIM infrastruktur melibatkan data geografis (GIS) yang luas dan pemodelan medan yang kompleks. Berdasarkan Instruksi Menteri PUPR, proyek strategis nasional seperti jalan tol dan bendungan wajib menggunakan BIM untuk memastikan akurasi volume tanah dan koordinasi alignment jalan secara presisi.
Penggunaan perangkat lunak seperti Civil 3D, Infraworks, atau OpenRoads memungkinkan insinyur sipil di Indonesia untuk mensimulasikan dampak lingkungan dan hidrologi secara digital. Integrasi data survei udara melalui drone dengan model BIM infrastruktur mempercepat proses pemantauan progres di lapangan yang areanya sangat luas. Hal ini mempermudah identifikasi masalah geoteknik atau konflik utilitas yang ada di bawah tanah, sehingga meminimalkan risiko pembengkakan biaya akibat kondisi lapangan yang tidak terduga selama masa konstruksi.