Clash Detection adalah proses identifikasi benturan antar elemen konstruksi dalam model BIM sebelum pekerjaan fisik dimulai di lapangan. Proses ini biasanya dilakukan menggunakan perangkat lunak koordinasi seperti Navisworks atau Solibri. Berdasarkan alur kerja manajemen proyek modern, deteksi benturan dibagi menjadi Hard Clash (benturan fisik), Soft Clash (pelanggaran ruang toleransi), dan Workflow Clash (ketidaksesuaian jadwal pemasangan).
Bagi kontraktor di Indonesia, tahap ini merupakan fase krusial untuk mencegah pemborosan material akibat pembongkaran ulang di lokasi proyek. Dengan menyelesaikan konflik desain di ruang virtual, risiko klaim biaya tambahan (Change Order) dapat ditekan secara signifikan. Hasil dari Clash Detection biasanya dirangkum dalam laporan koordinasi yang menjadi dasar bagi tim desain untuk melakukan revisi model guna memastikan semua sistem bangunan dapat terpasang dengan presisi sesuai spesifikasi teknis yang berlaku.