Sistem Hidraulik Alat Berat adalah jaringan terintegrasi yang terdiri dari pompa hidraulik, katup kontrol, silinder hidraulik, selang dan pipa bertekanan tinggi, reservoir oli, serta filter yang bekerja bersama untuk mengkonversi tenaga mesin menjadi gerakan mekanis pada attachment dan sistem kemudi. Tekanan kerja sistem hidraulik alat berat modern dapat mencapai 300-450 bar (4.350-6.500 psi), menjadikan kebocoran sekecil apapun sebagai bahaya serius karena semburan oli bertekanan tinggi dapat menembus kulit dan menyebabkan cedera injeksi yang mengancam jiwa.
Dari perspektif K3 dan riksa uji, sistem hidraulik adalah area inspeksi yang paling kritikal pada excavator dan alat berat lainnya. PJK3 yang melakukan riksa uji wajib memeriksa kondisi selang hidraulik (termasuk usia pemakaian dan tanda-tanda keretakan pada outer cover), keketatan semua fitting dan sambungan, kondisi seal silinder hidraulik, dan fungsi pressure relief valve yang mencegah overpressure. Operator alat berat yang menemukan kebocoran hidraulik di lapangan wajib menghentikan operasi segera—mengoperasikan alat dengan kebocoran hidraulik bukan sekadar melanggar prosedur K3, melainkan membahayakan nyawa operator dan pekerja di sekitarnya secara langsung.