Carbon Monoxide (CO) adalah gas tidak berwarna, tidak berbau, dan sangat beracun yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna bahan bakar—termasuk gas buang mesin diesel, peledakan, dan kebakaran—dengan afinitas terhadap hemoglobin darah 200–250 kali lebih besar dari oksigen. Nilai Ambang Batas (NAB) CO di lingkungan kerja adalah 25 ppm TWA dan 200 ppm sebagai Ceiling Limit. Di tambang bawah tanah dengan ventilasi terbatas, konsentrasi CO dapat mencapai level mematikan dalam hitungan menit setelah peledakan atau kebakaran dimulai.
Program gas monitoring komprehensif mencakup: sensor gas tetap (fixed gas detector) di lokasi berisiko tinggi yang terhubung ke sistem alarm terpusat, gas detector personal yang wajib dibawa setiap personel yang bekerja di area dengan potensi akumulasi gas berbahaya, dan prosedur kalibrasi berkala yang terdokumentasi. Penyebab paling umum keracunan CO di tambang adalah gas detector yang tidak dikalibrasi, prosedur re-entry setelah peledakan yang tidak dipatuhi ketat, dan ventilasi yang tidak memadai akibat kerusakan peralatan. Pengendalian efektif memerlukan kombinasi ventilasi memadai, pemeliharaan mesin diesel yang baik, dan alat deteksi yang selalu berfungsi.