Traffic Management Tambang adalah sistem pengelolaan lalu lintas kendaraan dan alat berat di dalam area operasi tambang yang bertujuan mencegah tabrakan antara kendaraan ringan dengan alat berat—salah satu penyebab kecelakaan fatal paling umum di pertambangan terbuka. Sistem traffic management mencakup: desain jalan tambang sesuai standar lebar minimum berdasarkan ukuran alat terbesar yang beroperasi, segregasi jalur kendaraan ringan dan alat berat, sistem radio komunikasi antar pengemudi, rambu dan marka jalan yang sesuai standar, regulasi kecepatan berdasarkan kondisi jalan dan visibilitas, serta program defensive driving wajib bagi semua pengemudi di site.
Dalam CSMS, kontraktor yang memasukkan kendaraan ringan ke area operasi tambang wajib mematuhi seluruh ketentuan traffic management yang ditetapkan owner, termasuk kewajiban melengkapi kendaraan dengan flagman escort saat melewati area alat berat aktif, membatasi akses kendaraan ringan ke haul road aktif, dan menggunakan radio frekuensi yang ditetapkan untuk komunikasi dengan operator alat berat. Statistik menunjukkan bahwa sebagian besar fatality akibat interaksi kendaraan ringan dan alat berat di tambang terjadi di haul road pada kondisi visibilitas terbatas—debu, kabut, atau malam hari—yang mengharuskan pemberlakuan prosedur tambahan yang lebih ketat pada kondisi tersebut.